ohhh nasib…

Kata orang di atas bumi…

Kita semua sama…

Kata orang …

Tidak ada miskin dan kaya….

……pembantu….

(mars.pembantu)

Lirik diatas mungkin memberi makna yang berbeda dan tergantung dari persepsi setiap orang. Apakah benar semua nasib pembantu seperti itu?. Pembantu identik dengan jongos, babu, tukang cuci dan setrika dan berhubungan dengan pekerjaan rumah tangga. Apakah ada yang menyangka nama besar Andi F.Malarangeng, Hattarajasa, M. Jusuf Kalla sampai dengan yang namanya Inem adalah juga sama-sama pembantu, lantas apa yang menjadi perbedaan. Apakah gaji, pekerjaan, atau boss-nya?, semua memiliki nama yang sama “pembantu, pembantu dan pembantu”. Pada dasarnya pekerjaan mereka sama, yang membedakan mereka hanyalah sudut pandang dan persepsi setiap orang.

Setiap masuk kerja, seperti biasa saya di antar sopir (sopir bus.red) ditengah jalan (kalo pinggir trotoar) yang penuh sesak dengan lalulintas dengan kemacatanya, terlihat sauatu diversitas social. Kalau boleh menyebut dengan meminjam istilah kasta kasta modern, tentu saja akan sangat mudah mengkali, ohh itu pengamen, asongan, gelandangan, big boss, sopir dan masih banyak dalam kamus dasa nama.

Semua begitu kompleks dan saling melengkapi, sehingga tercipta suatu rantai kehidupan social dan membentu jejaring yang saling berhubungan satu dengan yang lainya. Dalam rantai makanan dan jarring-jaring makanan, akan terjadi suatu interaksi dan ketergantungan, apabila salah satu mata rantai terputus, maka keseimbangan akan goyah dan akibatnya terjadi gangguan yang kompleks. Dari produsen sampai konsumen tinggkat terakhir akan saling berurutan dalam satu siklus perpindahan materi dan enegi, sehingga sangat rentan terjadinya ganguan.

Menjadi pemikiran kita, bagaimana seandainya satu mata rantai social manusia terputus, hilang atau rusak. Apakah akan terjadi goncangan kehidupan? Jawabanta sudah pasti terjadi!, ada dua sisi yang menarik, yaitu sisi positif dan negative. Sisi positifnya, apabila yang hilang itu mata rantai kemiskinan, kebodohan, criminal, keterbelakngan, sehingga taraf hidup manusia meningkat. Sisi negatifnya, apabila yang hilang adalah seorang figure yang mempunyai pengaruh yang kuat terhadap hidup orang banyak, tentu saja akan terjadi ketidakharmonisan dalam system tersebut.

Pada intinya semua terjadi pengaruh, tetapi itulah human diversity yang harus ada dan akan selalu hadir dalam kehidupan manusia, kisah tersebut sudah dan ada dalam penciptaan sang Khalik semesta alam untuk mewarnai kehidupan. Tinggal bagaimana menyikapi dan mensyukuri dimana kasta social kita..amen.

Kata orang diatas bumi..

Kita semua sama… sama-sama manusia….

(don’t believe, no relevant)

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berkah dari Limbah Kepala Manyung

3 tahun bekerja di sebuah perusahaan ikan, membuat saya semakin memahami seluk beluk tantang bisnis ikan. Acapkali, ikan yang beredar di pasaran adalah ikan kelas ...