TAMAHOLIC

Tergila-gila atau kedanan mungkin yang lebih trep dalam menyinggung kata Holic, kalau mungkin ada istilah lain seperti kecanduan atau ketagihan rasanya seperti mirasantika saja. Lantas apakah Tama itu sendiri, secara etimologis Tama dari Tamarindus indica (asam jawa), biar lebih sedikit punya market maka di ambil Tama. Tamaholic adalah satu brand minuman hasil fermentasi ekstrak Tamarindus indica.

Minuman ini belum banyak dikenal bagi sebagian masyarakat, karena kurang familiar dan popular. Dibalik keterasingan minuman terebut, terdapat beberapa add value dari segi citarasa dan aroma. Tamaholic memiliki rasa yang khas, asam, manis dan aroma khas buah asam. Minuman ini juga unik, karena jarang dilirik menjadi minuman, kalaupun ada itupun tanpa melewati proses fermentasi. Minuman fermentasi, biasa dikenal dari proses fermentasi ekstrak bebuahan (anggur, apel), beberapa bebijian (padi, gandum dan jagun), tetapi ada juga yang dari umbi seperti ketela (manihot).

Proses fermentasi tamarindus memerlukan mesin penyulih yang hidup dan salah satu mikroorganisme potensial adalah genus Sacharromyces. khamir (Yeast) ini berperan dan proses biokonversi dari gula menjadi alkohol (ethanol) dan asam cuka (acetic acid). Pada prinsipnya proses pembuatan Tamaholic sangat sederhana sekali, yaitu ekstrak Tamarindus indica yang sudah di suci hama-kan (sterilizes) kemudian di-inokulasi bibit (pre culture) Sacharromyces. Pada saat proses fermentasi terjadi pengubahan glukosa (sucrose dan fructose) menjadi alkohol dalam kondisi anaerob, sedangkan dalam kondisi aerob menghasilkan asam cuka. Penambahan citarasa dan aroma dilakukan setelah proses fermentasi yaitu dengan pemasakan (ripening).

Aroma yang dihasilkan setelah pemasakan tidak kalah dari hasil fermentasi bebuhan, bebijian dan umbi, sehingga Tamaholic bisa dijadikan alternatif fermented drinks. Tamaholic juga bisa dijadikan peluang bisnis baru dalam dunia kuliner. Siapa berani mencoba…? SAYA SUDAH…

By Dhanang, Foods Microbiology Department

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. @ vero..amen.semoga bisa terus berkaraya, bisanya cuma ini [email protected] Ndom, broninge iseh tetep, nek maslah enzim ato gak..coba bukak en kitab sucimu sampul kuning kae……

  2. Mas..topiknya makin edukatif bgt ni..Bahasanya juga makin mikro aja..(bebuahan);-)Congrate deh buat peningkatan ilmunya..semoga bermanfaat bg pembaca yg budiman.PROFICIAT

  3. Mas, Mas… Mau nanya.. Fermentasinya pake acara browning segala gak ya?Kalo browning, itu browningnya enzimatic apa non-enzimatic?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berkah dari Limbah Kepala Manyung

3 tahun bekerja di sebuah perusahaan ikan, membuat saya semakin memahami seluk beluk tantang bisnis ikan. Acapkali, ikan yang beredar di pasaran adalah ikan kelas ...