diWarKop Banaran kok Pesennya Teh

Minggu ini terasa kosong, tidak punya uang, tanggal tua dan tidak ada ide untuk kemana. Mencoba peruntungan dengan hunting ke Rawa Pening, Kabupaten Semarang dengan harapan memperoleh sesuatu. Lama menunggu dilokasi, tidak jua keluar ini rasa untuk mendapat gambar bagus, padahal saat itu cuaca cerah sekali.

Frustasi dan badan semakin gosong, akhirnya melipir pindah ke Agrowisata Kampoeng Kopi BANARAN, yang terletak dijalan raya Semarang-Solo km 35 Bawen, Semarang. Begitu masuk gerbang sudah terasa nuansa alaminya, disambut pagawainya yang ramah dan penuh senyum manis. Begitu meletakan pantat, sesosok gadis belia menghampiri sambil membawa catatan kecil, “mau pesan apa Mas…?”, “jus melon 1, es Lemon tea, pisang goreng”.

Agak aneh memang, di Kampoeng Kopi kok pesen lemon tea sama jus melon, seharusnya Espresso, Mocachino, black coffee atau apalah yang berbau kopi. Tapi saya berkata lain, karena tidak suka kopi, tetapi pecinta teh. Lah yang penting tidak haus, perut kenyang dan hati nyaman. Nuansa alam semakin terasa dimana Kafe terletak tepat dipinggir perkebunan kopi yang siap untuk dipanen.

Iseng-iseng cari tahu ada apa saja disana, yukk mari kita bedah rame-rame. Untuk memanjakan hasrat kuliner anda tersedia beranekan makanan dan minuman, baik menu lokal dan mancanegara. Harga sangat terjangkau, saya dengan uang 20 ribu saja pede masuk dan makan ditempat ini, walau sedikit deg-deg an. Dijamin cocok dengan lidah dan kantong kroncongan.

Untuk urusan makanan, wah jangan tanya, dari daftar menu saya menemukan jenis makanan dari snack sampai dengan makan besar. Harga yang ditawarkan tidak beda jauh dengan pujasera, tetapi nuansanya yang tidak mampu terbayarkan. Nah bagi pemuja perut tidak salahnya mencoba menu-menu disini.

Bagi yang berkeluarga tidak usah risau, biarkan anak-anak bermain di Out Bond Kids, dan papa-mamanya silahkan menikmati masa remaja lagi dibalik semak kebun teh. Nah yang suka otomotif bisa menyewa motor roda 4, atau silahkan membawa sendiri. Apabila hobi gowes bisa menggendong MTB ke sini dan track yang bagus bagi yang suka jalan berbatu. Bagi yang cuma modal dengkul bisa tracking diseputar kebun kopi sampai puas sambil memberi makan nyamuk.

Tersedia juga lapangan tenis, kolam renang dan gazeboo, karena saya tidak menikmati itu maka saya kurang bisa menceritakan apa yang ada disana. Nah sekarang waktunya jalan dengan kereta wisata, karena kaki sudah pegal mengelilingi Rawa Pening. Sambil mengunyah pisang goreng yang digelontor dengan lemon tea dan jus melon bisa menjadi penutup perjalanan kuliner yang bernuansa alam ini.

Salam

DhaVe

Terimakasih
Jesus Christ, Kampoeng Kopi Banaran, Harisma Rudi

Kampoeng Kopi Banaran, 26 Juni 2009 13:50

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. timezoneofpii said: wah.. ternyata betul kata temanku..wisata kuliner di jawa tengah tetep masih lebih murah daripada di bandung.padahal orang bandung bangga banget lebih murah segalanya dibanding di jakarta dan surabaya.byahahahahaha!!

    ada yang lebih murah ternyata

  2. oh iya.. pesen juga teh-nya satu ya!!:D

  3. wah.. ternyata betul kata temanku..wisata kuliner di jawa tengah tetep masih lebih murah daripada di bandung.padahal orang bandung bangga banget lebih murah segalanya dibanding di jakarta dan surabaya.byahahahahaha!!

  4. @polarbuds; mauuuu…. kesini dunkkk…?

  5. Kirimin kopinya ajah mas..

  6. @bambang; boleh kapan-kapan, atur saja waktu yang kumplit… kalo aku susah culik saja Pak Harisma Rudi, dia udah hafal menunya, terutama jus terong ma pisang madunya hehehe…..

  7. Nang Mbanaran yoh..kapan? Aku mung liwat thok e..hehehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berkah dari Limbah Kepala Manyung

3 tahun bekerja di sebuah perusahaan ikan, membuat saya semakin memahami seluk beluk tantang bisnis ikan. Acapkali, ikan yang beredar di pasaran adalah ikan kelas ...