Lelaku Malam 1 Suro #2 habis….

Pagi yang cerah, Dinar sudah tidak ada kabar, maka kami memutuskan untuk jalan. Tujuan pertama kami adalah Kali Adem, yaitu lokasi wisata yang terkena hempasan awan panas dan menewaskan 2 relawan yang terjebak dalam bunker. Sampai dilokasi, mata kami melihat dasyatnya kelakuan Merapi yang memporak-porandakan Kali Adem. Hempasan lahar panas tidak memberi ampun apa saja yang dilaluinya, hancur tak bersisa. Sebuah musibah dan berkah menjadi satu, dimana ribuan kubik pasir kualitas tinggi siap untuk di ambil. 
Selasai kami mengunjungi Kali Adem, perjalanan kami lanjutkan menuju Pos 2 Merapi, pos Rudal. Perjalan di awali dengan menyusuri jalan aspal, dan terdapat beberapa villa di samping kanan kiri jalan. Sebuah “regol” atau gapura menyambut kami untuk masuk dalam balutan hutan Gunung Merapi. Sepanjang jalan, mata kami terus diberi kejutan akan keelokan Merapi dari kejauhan, rana kamera tak henti-hentinya kami buka untuk melukiskan keindahannya. Kami berhenti disebuah bukit kecil untuk istirahat dan membuka bekal. Teh hangat dan mie instant darurat menjadi ganjal perut kami sambil ditemani kacang kulit rasa yang kami makan bersamaan dengan kulitnya. Agak aneh memang makan kcang bersama kulitnya “salahnya membuat kacang kulit rasa” ujara Mas jarody, selain meminilkan sampah organic, kulit kacang juga mengandung banyak serat sehingga cukup baik untuk pencernaan.

Selesai makan dan istirahat kami sampai disebuah pelataran, yang disebut Sri Manganti atau Pos 1. Di pos inilah dahulu saat Merapi sedang status Awas, mBah Marijan masih bersemedi. Istirahat sebentar kemudian melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Sepanjang jalur yang didominasi hutan campuran membuat kami nyaman berjalan dan disuguhi bukit Plawangan dan Turgo disisi Selatan dan Merapai di utara yang megah dan gagah berdiri dengan kepulan asap solfatara. Sekitar 30 menit kami berjalan, sampai juga di pos 2.

Pos 2 atau pos Rudal, dimana terdapat rudal di samping kiri pintu masuk. Di pos 2 tersebut adalah tempat diadakananya upacara labuhan, yaitu mempersembahkan sesaji yang nantinya akan di bawa ke kawah Gunung Merapi, tetapi saat ini sudah tidak dilakukan, karena jalurnya sudah rusak. Di pos 2 terdapat 3 buah bangunan Joglo atau pendopo untuk tempat menaruh sesaji prosesi ritual (Paseban labuhan dalem). Dari tempat inilah bisa disaksikan hamparan Yogyakarata dan laut selatan dengan leluasa.

Hampir 1 jam kami di pos 2, lalu segera bergegas turun menuju kinah rejo. Jalur turun kami kali ini tidak menuju jalur pendakian, tetapi memotong menuju jalur Kali Adem. Sepanjang jalan kami di manjakan dengan pemandangan spektakuler aliran sungai lahar sepanjang puncak hingga kali adem. Tak terbayangkan saat awan panas dengan ribuan wedus gembel menerjang, yang ada hanyalah kehancuran yang dasyat. Sampai di Kali Adem kami dimanjakan lagi dengan minuman khas Wedang Gedang, yaitu minuman dengan campuran buah pisang dan jahe dan beberapa bumbu lainnya. Enggan kaki ini meninggalkan lokasi ini, dan ingin terus mengekplorasi, tetapi hari itu mamaksa kami untu kembali.

Dibase camp, kami menyempatkan diri untuk berkunjung dengan juru kunci Gunung Merapi, mBah Marijan. Sambutan hangat dan canda tawa mBah Marijan membuka perbincangan kami, dan memberi pelajaran kami akan sopan santun dalam berprilaku dan berbicara. Dalam perjumpaan ini “no blitz no camera” pesan Mas Jarody, karena mBah marijan masih takut dengan kamera atau sejenisnya dimana dulu sering di eskpose dan mengganggu aktivitasnya. Akhirnya kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Kami berjalan mengarungi aspal jalanan untuk menuju Museum Vulkanologi, dan benar saja bangunan megah tersebut memberi pengetahuan tentang gunung berapi. Pengunjung yang sebagian besar pelajar sangat antusias dengan display-display yang sangat menarik. Berputar-putar sepanjang ruangan museum sekitar 30 menit lalu kami memutuskan untuk segera pulang.

Sebuah perpisahan dengan seorang sahabat harus terjadi, Mas Jarody belok kiri arah Yogyakarta, saya dan Andi belok kanan arah Magelang. Jabatangan perpisahkan mengakhiri perjalanan kami di Yogyakarta, dan membuat kami untuk kembali lain waktu. Motor meraung menembus kabupaten Sleman dan membawa kami ke Arah Muntilan, Magelang. Rasa kantuk yang tak tertahankan memaksa kami untuk sebentar merebahkan badan di Ketep pass, lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Kopeng. Di Kopeng kami menemui Dinar yang masih asyik bekerja di lokasi Out Bond-nya, lalu kami ditarik dirumahnya untuk istirahat sejenak dan makan. Selesai makan kami melanjutkan menuju salatiga dan jam 17:30 mengakhiri perjalanan kami yang melelahkan tetapi memberikan sejuta kenangan dan kawan baru.

Terimakasih kepada
Jesus Christ; berkatMu luar biasa
Andi; gas pooll….
Dinar; nekat luar biasa, salud semangatmu
Mas Wawan; makasih sudah mempertemukan dengan kawan-kawan
Romo Hartono; buat jamuan, bonus keliling Gereja dan kaosnya…
Frans; semoga lekas sembuh dari tipes
Intan; maaf gak jadi mampir
MaS Jarody Hestu; sungguh luar biasa dikau, saluud buat dikau trims banyak
Kawan-kawan Satu Bumi; keramahan kalian ngangeni… salam buat semua

Salam

DhaVe

Lereng Merbabu; 20 Desember 2009

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. centna said: nice story,nice sharing…matur nuwun mas,udah berbagi kisahnya yang penuh semangat n kebersamaan…piss!

    @jarod; wis due isin tha hahahaha…. pissss Bradher…

  2. centna said: nice story,nice sharing…matur nuwun mas,udah berbagi kisahnya yang penuh semangat n kebersamaan…piss!

    iyah mbak..jadi maluh, xixixi

  3. centna said: nice story,nice sharing…matur nuwun mas,udah berbagi kisahnya yang penuh semangat n kebersamaan…piss!

    kembali kasih mbak… makasih,,, selamat menikmati sajah

  4. addicted2thatrush said: hihihi.. untung ra melu..

    melu langsung Opname

  5. havitdema said: kapan aku di cangking….,

    nice story,nice sharing…matur nuwun mas,udah berbagi kisahnya yang penuh semangat n kebersamaan…piss!

  6. havitdema said: kapan aku di cangking….,

    hihihi.. untung ra melu..

  7. havitdema said: kapan aku di cangking….,

    Siap Om… meluncur…

  8. lalarosa said: wah…..senenge nglumpuk bareng, hunting bareng 😀

    hehehe… sueneng poll

  9. agnes2008 said: Serasa melok .. Nggonceng kuda besimu… meluncurrrr…..!!Menarik banget… makasih sudah berbagi..

    mari mBak..kembali kasih.. Kuda besinya Mas andi

  10. yogahart said: liputan’e mantap !

    kapan aku di cangking….,

  11. yogahart said: liputan’e mantap !

    wah…..senenge nglumpuk bareng, hunting bareng 😀

  12. yogahart said: liputan’e mantap !

    Serasa melok .. Nggonceng kuda besimu… meluncurrrr…..!!Menarik banget… makasih sudah berbagi..

  13. yogahart said: liputan’e mantap !

    matur suwun Mas…. mariii

  14. sulisyk said: wes mantap deh, tinggal nunggu foto2nya aja

    liputan’e mantap !

  15. sulisyk said: wes mantap deh, tinggal nunggu foto2nya aja

    siiip…. dan sudah bisa di tebak…. kan Mas…

  16. masgay said: Inspiratif…

    makasih…. salam

  17. rirhikyu said: Beneran di jarody toh.. td akuliat fotonya koq ragu2 ^_~*lg mo baca serius tp otak lg lemot niy… hehehehe.. maaph gak bisa comment apa2

    iyah jarody hehehe….

  18. wes mantap deh, tinggal nunggu foto2nya aja

  19. Beneran di jarody toh.. td akuliat fotonya koq ragu2 ^_~*lg mo baca serius tp otak lg lemot niy… hehehehe.. maaph gak bisa comment apa2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Goblog Bersama Festival Lima Gunung ke-16

  Sebuah gapura bertuliskan Pakis Kidul beberapa kali kami lewati hanya untuk mencari arah dusun Gejayan. Beberapa orang yang saya tanya juga tidak memberikan petunjuk ...