Menjual Fenomena Keajaiban Alam ala Sang Musang


Keajaiban alam ini sungguh luar biasa, berkat tangan dingin Sang Pencipta dan olah pikiran umatnya menjadi sebuah fenomena. Sisi-sisi ajaib, menarik, dan tidak wajar bagi kebanyakan orang menjadi sesuatu yang bisa dijual dengan harga mahal. Bukan berdasar nilai fisik dari benda ajaib tersebut, tetapi dari fenomena dan rasa yang dimunculkan. Hal-hal yang berbau kontroversi acapkali bisa menjadi pendongkrak yang mampu menggenjot nilai jualnya.

sebuah contoh sederhana dari keajaiban alam yang dijadikan komoditi pasar dengan harga fantastis. Mungkin saat ini orang masih terngiang-ngiang dengan fatwa MUI tentang Kopi Luwak. Menjadi pertanyaan ada apa dengan kopi luwak?. Tidak berhenti dihewan musang yang fenomenal, tetapi masih banyak binatang lain yang tak kalah ajaibnya. Tak kalah dengan binatang pemakan biji kopi, tananaman yang satu ini menjadi primadona bagi penikmat asap tembakau. Bagi para penikmatnya, Tembakau Srintil mungkin menjadi impian dan dambaan untuk dihisap kelezatan aromannya. Kopi luwak dengan harga per cangkir seratus ribuan dan Tembakau Srintil yang 1 kilonya mencapai 800 ribu rupiah.

Angka rupiah yang fantastis jika dibandinhkan dengan kopi-kopi jenis lainnya dan tembakau biasa. Mengapa memiliki nilai jual yang tinggi dan diburu banyak orang untuk diputar nilai jualnya. Menjual fenomena keajaiban alam bisa menjadi bisnis yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah bak mata air yang tak habisnya sepanjang waktu. Bisakah keajaiban alam tersebut dijadikan skala industri komersial dan tidak lagi tergantung pada fenomena alam?.

Kopi Luwak memang luar biasa berkat hewan Musang (PARADOXORUS HERMAPRODITUS) bisa mengubah kopi bisa menjadi kopi primadona. Musang lewat nalurinya akan mengkonsumsi buah kopi yang benar-benar masak dipohon lalu lewan saluran pencernaanya keluar kopi-kopi mahal lewat fesesnya. Proses biokonversi yang rumit, dimana ada reaksi kimia dan enzimatis, dimana bakteri berperan besar disana. Lewat proses biokonversi tersebut, terjadi penurunan kadar protein dan pembentukan rasa serta aroma, sehingga menghasilkan kopi yang benar-benar nikmat.

Mungkin bisa dibayangkan apabila mulut, lambung, usus Musang digantikan oleh reaktor buatan manusia. Beberapa jenis bakteri dilakukan pengucilan lalu dipindai untuk proses biokonversi kopi, lalu beberapa larutan kimia dan enzim ditambahkan untuk penyempurnaan rekasinya. Ini hanyalah sebatas pengandaian saja untuk membuat robot Musang penghasil Kopi Luwak.

Demikian juga dengan Tembakau Srintil yang konon kabarnya sebagai manisfestasi “wahyu keprabon” berkah Illahi. Seribu satu tanaman tembakau yang bisa menjadi srintil dan itupun lewat permainan dadu keberuntungan. Ada beberapa informasi, dimana tembakau srintil dihasilkan pada kondisi lingkungan dan geografis tertentu. Menjadi sangat mudah jikan kondisi lingkungan dan geografis bisa diadaptasikan ditempat lain, sehingga wahyu keprabon tersebut digantinkan oleh mesin ilmu pengetahuan.

Dalam dunia klenik mungkin pernah mendengar fenomena Ayam Cemani untuk ritual yang harganya selangit. Ayam yang daging, darah, bulu, tulang dan telurnya serba hitam sangat susah diperoleh, akibatnya harganya sangat mahal. Dengan sedikit sentuhan biomolekular mungkin bisa dipermudah masalah tersebut tanpa tergantung keajaiban alam. Kloning atau stem cell mungkin bisa menjadi alternatif jitu untuk menghasilkan produk biologis yang mahal hargannya.

Menjadi pertanyaan selanjutnya, apakah Sentuhan teknologi dalam campur tangan keajaiban alam bisa membantu persoalan atau mengacauakan sistem yang sudah berjalan. Bagaimana rasa kopi luwak yang diperoleh dari feses musang di kebun kopi dengan feses musang yang diternakan dan dipaksa makan biji kopi. Bagaimana penikmat rokok dengan tembakau srintil asli Temanggung dengan flavor dari bahan sintetis. Bagaimana juga khasiat ayam cemani asli dengan cemani imitasi karya rekasaya teknologi.

Mungkin tak semudah itu yang dibayangkan, tetapi setidaknya bisa menjadi gambaran betapa teknologi bisa menggantikan peranan keajaiban alam, walauapun hasilnya akan mengacaukan. Alngkah bijaknya jika tetap membiarkan semua berjalan alami tanpa ada campur rekayasa, sebab semua yang berjalan alami memiliki misteri dan proses yang tidak bisa dijiplak oleh teknologi apapun. Demkian pula dengan harga yang harus dibayarkan untuk sebuah keajaiban alam.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. jarotsumo said: eeee… dasar manusia itu seneng berfantasi…. fantasi minum kopi sambil ndilati silit luwak….

    tapi kok yo doyan dan berani bayar mahal…

  2. alexandraprisnadiani said: Ngesuk ne ketemu ta gawekke..

    eeee… dasar manusia itu seneng berfantasi…. fantasi minum kopi sambil ndilati silit luwak….

  3. alexandraprisnadiani said: Ngesuk ne ketemu ta gawekke..

    Juooos tenkyuh mBak…

  4. udelpot said: 50 1,8 .. emang dah ada ya 50 2,8?

    Ngesuk ne ketemu ta gawekke..

  5. udelpot said: 50 1,8 .. emang dah ada ya 50 2,8?

    eh iya 1,8 hahaha…..

  6. dhave29 said: Sayang 1 kg-nya setara dengan 50mm 2.8 hahahaha

    50 1,8 .. emang dah ada ya 50 2,8?

  7. udelpot said: hahahahahaha … mauuuuuuuuuuuuuu ..!! loh?

    Sayang 1 kg-nya setara dengan 50mm 2.8 hahahaha

  8. dhave29 said: mabok nikotin….

    hahahahahaha … mauuuuuuuuuuuuuu ..!! loh?

  9. udelpot said: maksudnya?

    mabok nikotin….

  10. alexandraprisnadiani said: Om Dhave kopi nggereng sama dengan kopi bening. Dijamin enak,dan ga ada ampasnya. Hehesoale aku jg ga doyan kopi kenthel.

    setuju…okelah kalo begitu…..kapan kirim ya…

  11. dhave29 said: biar klepek-klepek,,,,

    maksudnya?

  12. alexandraprisnadiani said: Om Ki Udel,ayo ke Temanggung,saya kembali jadi warga Temanggung lagi kok! Bukan Kediri lg.Dijamin dinginnya Temanggung ga kalah sama dinginnya Malang. Cuman di Temanggung ga ada tempat hiburannya…Jadi ya kurang menarik. Tapi sekarang pas musim tembakau. Dijamin banyak pohon mbako di mari. Hehe

    Om Dhave kopi nggereng sama dengan kopi bening. Dijamin enak,dan ga ada ampasnya. Hehesoale aku jg ga doyan kopi kenthel.

  13. alexandraprisnadiani said: Om Ki Udel,ayo ke Temanggung,saya kembali jadi warga Temanggung lagi kok! Bukan Kediri lg.Dijamin dinginnya Temanggung ga kalah sama dinginnya Malang. Cuman di Temanggung ga ada tempat hiburannya…Jadi ya kurang menarik. Tapi sekarang pas musim tembakau. Dijamin banyak pohon mbako di mari. Hehe

    Gemana Ki hayuuu?

  14. alexandraprisnadiani said: Om Dhanang,ada kopi bening,jare bapakku kopi nggereng (sangger ireng)

    Oh ya…..wah enak kui ..?

  15. yswitopr said: hihihihihi….sip.. sip Om…semua berproses, kadang manusia malah menghentikan atau menggantikan proses itu. jadilah kacauuuuu…

    Om Ki Udel,ayo ke Temanggung,saya kembali jadi warga Temanggung lagi kok! Bukan Kediri lg.Dijamin dinginnya Temanggung ga kalah sama dinginnya Malang. Cuman di Temanggung ga ada tempat hiburannya…Jadi ya kurang menarik. Tapi sekarang pas musim tembakau. Dijamin banyak pohon mbako di mari. Hehe

  16. yswitopr said: hihihihihi….sip.. sip Om…semua berproses, kadang manusia malah menghentikan atau menggantikan proses itu. jadilah kacauuuuu…

    Om Dhanang,ada kopi bening,jare bapakku kopi nggereng (sangger ireng)

  17. yswitopr said: hihihihihi….sip.. sip Om…semua berproses, kadang manusia malah menghentikan atau menggantikan proses itu. jadilah kacauuuuu…

    Om Dhanang,ada kopi bening,jare bapakku kopi nggereng (sangger ireng)

  18. yswitopr said: hihihihihi….sip.. sip Om…semua berproses, kadang manusia malah menghentikan atau menggantikan proses itu. jadilah kacauuuuu…

    Om Dhanang,ada kopi bening,jare bapakku kopi nggereng (sangger ireng)

  19. yswitopr said: hihihihihi….sip.. sip Om…semua berproses, kadang manusia malah menghentikan atau menggantikan proses itu. jadilah kacauuuuu…

    makasih Mo….Ya kadang cari yang instant itu tanpa melihat proses..

  20. udelpot said: ..

    Yang merasa dari Temanggung, kita racoon Ki Udel dengan srintil biar klepek-klepek,,,,

  21. agnes2008 said: Hiii…ra doyan kopi…. ! opo meneh seko Luwak haha…

    Teh anget wae ya…..

  22. lugusekali said: Memang mas… Hidup di dunia pake hukum sebab-akibat. Meskipun akibatnya ndak langsung, tapi tetep aja pasti akan menuai akibat

    hihihihihi….sip.. sip Om…semua berproses, kadang manusia malah menghentikan atau menggantikan proses itu. jadilah kacauuuuu…

  23. lugusekali said: Memang mas… Hidup di dunia pake hukum sebab-akibat. Meskipun akibatnya ndak langsung, tapi tetep aja pasti akan menuai akibat

    nah kalo gitu langsung kirim 2 kilo tembakaunya ke malang ya? wakakakakaka ..

  24. lugusekali said: Memang mas… Hidup di dunia pake hukum sebab-akibat. Meskipun akibatnya ndak langsung, tapi tetep aja pasti akan menuai akibat

    Hiii…ra doyan kopi…. ! opo meneh seko Luwak haha…

  25. lugusekali said: Memang mas… Hidup di dunia pake hukum sebab-akibat. Meskipun akibatnya ndak langsung, tapi tetep aja pasti akan menuai akibat

    Bener….sebab akibat, walau belum sekarang, tapi kedepan pasti terjadi hehehemakasih Salam

  26. gapaiimpian said: halah kayak telor kalo masi oval ato bulet nich sepertinya…

    hahahaa masih inget,,,ama cabe kalo masih pedes juga ogah hahahaha

  27. gapaiimpian said: kopi apapun hayuk lah…dah nyoba kopi klotok Ungaran? murah dan ramah di lidah 😀

    Memang mas… Hidup di dunia pake hukum sebab-akibat. Meskipun akibatnya ndak langsung, tapi tetep aja pasti akan menuai akibat

  28. gapaiimpian said: kopi apapun hayuk lah…dah nyoba kopi klotok Ungaran? murah dan ramah di lidah 😀

    halah kayak telor kalo masi oval ato bulet nich sepertinya…

  29. gapaiimpian said: kopi apapun hayuk lah…dah nyoba kopi klotok Ungaran? murah dan ramah di lidah 😀

    aku gak dyan kopi selama masih butek “emang ada kopi bening”woke bisa di coba ntuh,…makasih infonya,,,

  30. sulisyk said: nek kok udut tembakau srintil murni sak sedotan iso klepek2 mas hahahahasetahu saya tembakau ini cuma dipakai sebagai campuran tembakau lainnya dengan komposisi yang sudah ditentukan.ayam cemani cari aja di kedu temanggung, kopi luwak ada di perkebunan kopi banaran, kabeh cerak seko salatiga mas hehehe

    kopi apapun hayuk lah…dah nyoba kopi klotok Ungaran? murah dan ramah di lidah 😀

  31. sulisyk said: nek kok udut tembakau srintil murni sak sedotan iso klepek2 mas hahahahasetahu saya tembakau ini cuma dipakai sebagai campuran tembakau lainnya dengan komposisi yang sudah ditentukan.ayam cemani cari aja di kedu temanggung, kopi luwak ada di perkebunan kopi banaran, kabeh cerak seko salatiga mas hehehe

    Semunya mahal kan Om….kopi tubruk, ayam ras dan cap jeruk sajah yang murah meriah,,,,,,

  32. nek kok udut tembakau srintil murni sak sedotan iso klepek2 mas hahahahasetahu saya tembakau ini cuma dipakai sebagai campuran tembakau lainnya dengan komposisi yang sudah ditentukan.ayam cemani cari aja di kedu temanggung, kopi luwak ada di perkebunan kopi banaran, kabeh cerak seko salatiga mas hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kisah Pilu di Laut Indramayu

Masa kritis itu akhirnya lewat juga, masa dimana isi lambung sudah tidak ada lagi dan tidak mungkin untuk muntah. Guncangan ombak yang semula membuat kepala ...