Bibir Manismu Sepahit Gagang Telepon

Sebagai orang yang sedikit tertib sepertinya sangat susah, apalagi kalau sudah masuk daftar hitam perburuan. Sebenarnya ini cerita masa lalu namun masih merembet sampai saat ini. Mungkin bagi sebagian orang akan sepele dan sederhana, namun acapkali urusannya jadi begitu rumitnya.

Urusan dengan bank atau kantor penyedia layanan jasa memang gampang-gampang ruwet. Sejak kerja disebuah perusahaan, kebetulan punya sebuah rekening yang diatas namakan saya. Uang tranfer, gajian, hingga tagihan kartu kredit, telepon hingga cicilan motor pasti mampir dinama saya. Kebetulan setiap transaksi berjalan baik dan lancar, sehingga menjadi tamu prioritas sudah menjadi langganan.

Dari situlah bencana dimulai, nama dan identitas sudah dibukukan, maka tiap hari ponsel selalu berdering. Dari tawaran kartu kredit, asuransi, produk hingga investasi bermunculan, dengan latar belakang bendera kantor yang berbeda. Entah mereka dapat ID nasabah dari mana, yang seharusnya itu dokumen rahasia, bocor kemana-mana. Tutur kata lembut saat membuka pembicaraan, lalu presentasi layaknya sales obat dan terakhir dengan rayuan gombalnya. Setiap hari selalu dengan sambutan manis tak membuat diri ini takluk, kalau perlu diputar-putar atau pura-pura bego.

Ada sebuah kejadian yang membuat diri ini kurang respek dengan mereka yang melakukan rayuan maut diujung telepon. Disaat saya sudah memohon maaf, tidak bisa menerima tawaran mereka yang akhirnya di sambut dengan suara yang pedas dan tidak enak. Mungkin ada etika untuk mengakhiri pembicaraan, namun jika diakhiri dengan suara ketus ”tidak mau ya sudah!!! kraaaak” disambut suara gagang telpon yang dibanting keras.

Sejak kejadian tersebut, maka setiap ada telepon yang mengatas namakan bank, asuransi atau apalah selalu disambut kucing-kucingan. Mulai ”maaf sedang rapat, maaf lagi dijalan, maaf lagi kuliah hingga maaf sedang kasih makan anjing” menjadi jurus andalan daripada dengar presentasi dan rayuan maut yang ujung-ujungnya ”maaf saya tidak dulu”. Ada yang lebih parah lagi dengan memaksa meminta sedikit waktu, walau sudah berdalih namun tak mempan. Susah sekali untuk memutus pembicaraan, sebab mereka memang dilatih untuk dominan dan nerocos. Tombol merah sepertinya kurang sopan untuk dipencet, maka langkah terakhir adalah copot aja baterey ponsel. Alasan jika ditelpon lagi ”low batt”, selesai perkara bukan?.

Ada juga saat-saat yang menjengkelkan dari perayu-perayu maut tersebut. Menelepon saat selesai jam kerja normal, katakanlah setelah pukul 17.00. Menjadi pertanyaan, sepertinya kurang kerjaan atau memang sedang kejar setoran?. Muak lagi dsaat jam makan siang, menerima presentasi. Bolehlah saya tidak kenal mereka yang nelpon, tetapi saya yakin mereka tahu saya, walau hanya dari data pribadi yang tidak tahu dari mana mereka mendapatkan.

Kehidupan memang penuh dinamika dinamika dan interaksi yang kadang sinergis atau bahkan antagonis. Tutur kata manis, dengan maksud dan tujuan tertentu seolah melukai nilai-nilai ketulusan disaat mengakhiri pembicaraan dengan mengumpat dan membanting gagang telepon.

salam

DhaVe
KA, 27012011

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. shuttridz said: sales dimana mana ya gitu gg cuma bank sales panci aja nrocos kejar target klo gg, gg gajianheeeeeeebenar2 canggih tu ilmu orang2 bisa nrocos berjam2 n kdg sok kenal

    haha… busyet dah kalo udah begitu….mengerikan…. 😀

  2. siasetia said: pernah rasain bibir ya?

    ayooook…. liat2 dulu deh hehehe

  3. miftamifta said: maap,yang punya rumah ini laki2 tulen loh hehehe…*mewakili tuan rumah*:D

    sudah 2x dipanggil mBa oleh Om Rudah2008 hehehe….cihuuuy

  4. miftamifta said: disini saya sering mendapati telepon yang promo2 tentang apapun, dari promo rumah, kartu telepon dsb…kadang malah saya biarkan jika ada telepon berdering hehehe…

    wuih teganya…memang harus tega

  5. jahewangi said: wis tau gerasakke gagang telpon?

    sampun mba… nibani jempol sikilku hehehe

  6. raflyarsyah said: like this..meski ceritanya panjang..tapi mampu menekankan maksud dari tulisan ini di bagian akhir.. keren..LIKE THIS….

    makasih Om Rafly… semoga berkenan selalu

  7. rudal2008 said: Hati-hati Mba, jangan termakan iklan dari promonya Bank.Selamat siang dan selamat beraktifitas semoga sehat selalu ya…

    makasih Om….saya Mas kok…. cowok tulen hehee….salam hangat dari salatiga…

  8. rudal2008 said: Hati-hati Mba

    sales dimana mana ya gitu gg cuma bank sales panci aja nrocos kejar target klo gg, gg gajianheeeeeeebenar2 canggih tu ilmu orang2 bisa nrocos berjam2 n kdg sok kenal

  9. rudal2008 said: Hati-hati Mba

    pernah rasain bibir ya?

  10. rudal2008 said: Hati-hati Mba

    maap,yang punya rumah ini laki2 tulen loh hehehe…*mewakili tuan rumah*:D

  11. disini saya sering mendapati telepon yang promo2 tentang apapun, dari promo rumah, kartu telepon dsb…kadang malah saya biarkan jika ada telepon berdering hehehe…

  12. wis tau gerasakke gagang telpon?

  13. like this..meski ceritanya panjang..tapi mampu menekankan maksud dari tulisan ini di bagian akhir.. keren..LIKE THIS….

  14. Hati-hati Mba, jangan termakan iklan dari promonya Bank.Selamat siang dan selamat beraktifitas semoga sehat selalu ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Goblog Bersama Festival Lima Gunung ke-16

  Sebuah gapura bertuliskan Pakis Kidul beberapa kali kami lewati hanya untuk mencari arah dusun Gejayan. Beberapa orang yang saya tanya juga tidak memberikan petunjuk ...