Mengapa Inspektur Vijay Selalu Terlambat Menolong Saya..?

Ada 2 buah kata-kata penghiburan yang biasa didengar; indah pada waktunya dan Tuhan tak pernah terlambat. Cukup familiar bukan dengan 2 buah kalimat tersebut dan saya kira sudah cuku paham akan arti dan maksudnya. Menjadi pertanyaan sekarang adalah, bisakah memaknai 2 kalimat tersebut apabila kita menjadi obyek dari indah pada waktunya dan Tuhan tidak pernah terlambat?. Mungkin saat orang lain lagi apes atau menjalankan peran ujian dari Tuhan akan mudah bagi kita mengatakan layaknya seorang nabi yang sedang berkotbah.

Pernahkah Anda tidak punya uang serupiah pun?. Laci-laci meja digeledah, lembaran-lembaran buku dibuka, tumpukan-tumpukan pakaian digerayangi, dan lain sebagainya berharap mendapatkan secercah harapan mendapat sisa rupiah yang terlupakan. Berdoa dengan khusuk minta pertolongan Tuhan, mencoba introspeksi kenapa sampai bokek begini. Mencari segala cara bagaima memiliki duit. Bagi yang sudah gelap mata mungkin akan menghalalkan segala cara.

Mungkin, saat ada yang mengatakan ”sodaraku segala sesuatu indah pada waktunya dan Tuhan tak pernah terlambat menolong umatnya” anda akan sedikit mengernyitkan dahi. ”saya itu sekarang butuh bantuan, andai sekarang waktunya maka betapa indahnya” itu mungkin yang terngiang dikepala anda. Hingga sekian waktu tak kunjung juga mendapatkan uang, walau segala cara dan upaya dilakukan. Sampai sisah darah penghabisan akhirnya ada selembar uang seribu perak yang terselip disaki kotak kecil didalam saku kanan celana jeans. Uang yang terlipat rapi dan agak kumal seolah menjadi setetes embun ditengah gurun yang gersang.

Betapa berarti uang seribu perak tersebut, lalu tak lama berselang ada teman yang datang ”bro maaf rada telat, nie utangku yang kemarin aku bayar lunas”. Tak lama kemudian dari ponsel berdering nada pesan masuk dari 4 digit angka bertuliskan ”kredit Rp xxx.xxx,xx”. Setelah bank memberitahu ada yang baru saja transfer, ada rejeki lagi datang. Sungguh melimpah waktu itu dengan rejeki yang datang, namun pikiran ini gusar. ”mengapa saat saya benar-benar butuh duit rejeki itu tak kunjung datang, namun setelah tidak terlalu butuh rejeki datang berjubelan”. ”apakah itu makna indah pada waktunya dan Tuhan tak pernah telat”.

Andai saat saya benar-benar butuh duit ada teman bayar hutang lunas ”oh sungguh indah pada waktunya”. Jika waktu itu rekening kosong melompong dan benar-benar butuh uang, ada yang mentransfer saya ”betapa Tuhan tak pernah terlambat menolong”. Menjadi pertanyaan saat ini, mengapa saat saya benar-benar butuh duit hanya di kasih selembar uang seribu kucel yang terselip dan terlupakan. Kalau dipikir ”tak indah waktu itu dan Tuhan terlambat”, karena saya butuh duit lebih dari seribu saat itu. Anehnya saat saya sudah tidak lagi butuh duit, baru dah rejeki itu muncul berlimpah.

Jika saya analogikan, kejadian ini mirip film Bolywood. Saay saya sedang bertarung habis-habisan tak satupun yang menolong, dan setelah ancur-ancuran dan menang baru dah inspektur vijay dan anak buahnya berupa polisi bercelana pendek datang. Mereka hanya mengatakan ”selamat dan terimakasih arjun, kau telah menyelamatkan kota ini dari terorisme, semuaaaa angkut mereka dan jebloskan kedalam penjara” perintah inspektur vijay. Andai mereka datang lebih cepat, tak mungkin saya babak belur begini.

Nah dibalik terlambatnya bantuan dan waktu yang tidak pas justru menjadi indah pada waktunya dan Tuhan tidak terlambat. Mengapa Tuhan saat itu menjadi inspektur vijay, karena Dia menunjukan eksistensinya ”Saya tidak akan menguji kamu melebihi kekuatanmu”. Nah bagaimana dengan waktu yang tidak pas ”justru itu adalah waktu yang indah untuk menunjukan kekuatanmu sebenarnya dalam menghadapi segala masalah yang ada”. Kemenangan, rejeki nomplok, bukanlah waktu yang indah dan Tuhan tidak pernah terlambat, namun bonus dari Dia buat keberhasilan kita menjalankan ujiannya. Waktu yang indah adalah saat kita terpuruk dan Tuhan tak pernah telat adalah saat kita mampu bangkit dan menang.

Salam

DhaVe
KA, 29012011, 08.32

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. agnes2008 said: Joss,………….ikut meng-amini juga,Indah pada waktunya,- akan lebih terasa indah, ketika pas dengan apa yg kita butuhkan… Kalaupun ‘terkesan’ terlambat, itu mungkin berdasar ukuran kita. Indah pada waktunya seperti ulasanmu, ketika ujian itu bisa kita atasi, dan itu pasti juga atas campur tanganNYA…. walau tidak selalu berwujud benda nyata….tetapi berwujud iman dan kekuatan. (sedikit mengulangi – hooh ra dab?)

    Amin jujga Bu…..amiin..dan amin..Tuhan juga punya rencana yang indah ehehhehe 😀

  2. rembulanfajar said: menarik! baru kepikiran juga hehehehe. great post!

    Joss,………….ikut meng-amini juga,Indah pada waktunya,- akan lebih terasa indah, ketika pas dengan apa yg kita butuhkan… Kalaupun ‘terkesan’ terlambat, itu mungkin berdasar ukuran kita. Indah pada waktunya seperti ulasanmu, ketika ujian itu bisa kita atasi, dan itu pasti juga atas campur tanganNYA…. walau tidak selalu berwujud benda nyata….tetapi berwujud iman dan kekuatan. (sedikit mengulangi – hooh ra dab?)

  3. rembulanfajar said: menarik! baru kepikiran juga hehehehe. great post!

    makasih Sist…makasihdan salam

  4. jahewangi said: segala sesuatu indah pada waktunya ^^

    katanya….kenyataannya…memang iya…..

  5. raflyarsyah said: pertamaxx….!!!lagi-lagi…tulisan menggugah hati…nice post..LIKE THIS…

    makasih Om….weh pake pertamax..padahal mahal lho….

  6. menarik! baru kepikiran juga hehehehe. great post!

  7. segala sesuatu indah pada waktunya ^^

  8. pertamaxx….!!!lagi-lagi…tulisan menggugah hati…nice post..LIKE THIS…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Goblog Bersama Festival Lima Gunung ke-16

  Sebuah gapura bertuliskan Pakis Kidul beberapa kali kami lewati hanya untuk mencari arah dusun Gejayan. Beberapa orang yang saya tanya juga tidak memberikan petunjuk ...