Kamus Lengkap 1 Miliar Buat Wakil Rakyat

Menyimak pemberitaan dimedia masa tentang kunjungan anggota DPR ke luar negeri, seolah menyadarkan saya untuk kilas balik ke bangku SD hingga perguruan tinggi. Bukan masalah email [email protected] yang tidak jelas keberadaannya, namun sisi lain dari wakil rakyat yang cukup disesalkan dan memalukan. Saya kira wakil rakyat orang pilihan yang melewati saringan ketat, entah dengan cara halal atau tidak itu bukan urusan. Mereka juga bukan wakil rakyat dengan pendidikan ecek-ecek, atau jebolan SD Inpres yang hampir rubuh. Mereka juga bukan orang yang bodoh, nyatanya bisa bikin RUU, studi banding dan mlancong keluar negeri. Tapi apakah anda yakin, jika mereka dilepas seorang diri untuk studi banding keluar negeri bisa kesana, kerja dan kembali dengan selamat. Jawaban bisa ”yakin bisa” dan banyak yang menyangsikan.

Dari kisah wakil rakyat yang studi banding ke luar negeri, seolah menyadarkan saya akan arti penting bisa berbahasa asing, Inggris terutama. Mungkin sejak TK hingga bangku kuliah sudah dijejali dengan bahasa Ratu Elizabeth tersebut. Jika benar-benar dipelajari, maka dari bangku SMP atau SMP sudah lincah bersilat lidah dengan bahasa Inggris. Bangku Mahasiswa adalah ajang aplikasi bahasa tersebut dalam realita. Baru disaat di kursi pekerjaan bahasa tersebut baru bermakna sekali dalam menunjang karir. Bagaimana dengan wakil rakyat yang membawa 1 hingga 2 penterjemah, dan ada pernyataan ”tidak semua wakil rakyat bisa berbahasa Inggris”.

Saya pribadi mungkin menganggap Bahasa Inggris sebatas syarat studi saja untuk saat ini. Lulus dari S1 harus punya sertifikat TOEFL 450, begitu juga saat melanjutkan ke jenjang paskasarjana harus bisa memenuhi angka 500-600. Mungkin saat ini saya belum menyesal dan merasakan betapa tersiksanya tidak bisa bahasa Inggris, namun andaikata suatu saat jadi wakil rakyat dan belepotan ngomong di negeri orang, ”baru dah cengar-cengir”. Tidak usah muluk-muluk seperti Ir. Seokarno yang menguasai beberapa macam bahasa yang nampak gagah tanpa ada penterjemah. Setidaknya dengan kosakata yang standar dan saling dipahami sudah cukup. Urusan bahasa yang bersifat teknis, serahkan ahlinya daripada ”salah kedaden”.

Dahulu ada program pelatihan bahasa Inggris, atau gampangnya kursus Bahasa Inggris buat para pejabat, termasuk wakil rakyat. Harapan pemerintah saat itu, semua bisa mandiri dan tidak ”ngisin-ngisini” memalukan. Menjadi pertanyaan sekarang, seberapa efektifkah merekan belajar?. Memang belajar tak kenal usia, tetapi sekarang bukan saatnya belajar, namun bekerja dan bekerja. Belajar biarlah mereka yang dibangku sekolah dan kuliah, nah saat duduk di kursi parlemen sudah berbeda konten yang dipelajari. Masak pejabat harus datang kursus bahasa asing dengan menenteng kamus lengkap 1miliar, trus ada evaluasi, ijazahnya tidak itu?.

Wakil rakyat bukanlah orang yang tidak makan bangku sekolah atau kuliah, dan pastilah kenyang dengan bahasa asing, mengapa masih ada pernyataan ”tidak semua wakil rakyat bisa berbahasa inggris”. Mungkin namanya saja wakil rakyat dan mewakili rakyat yang tidak semua rakyat bisa berbahasa Inggris. Berbeda dengan Presideng Seokarno atau SBY yang cakap berbahasa Inggris, sebab beliau wakil negara. Mungkin wakil rakyat juga menjadi penampung mereka yang cakap berbahasa asing, daripada ahli-ahli bahasa tersebut nganggur dan sekalian menjadi penterjemah juga mlancong gratis. Namun acapkali miris juga melihat wakil rakyat yang ”plegak-pleguk” belepotan berkomunikasi dengan bahasa asing. Salut buat mereka yang tetap konsisten dan lincah berbahasa. Mungkin saat pelantikan wakil rakyat ”yang tidak bisa bahasa Inggris” perlu dibekali kamus 1 miliar.

Salam

DhaVe
KK.050511, 12.45

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. bambangpriantono said: Wakakakaakakakakkkk

    malah ngakak,,,,, :))

  2. bambangpriantono said: Booble transtooll..wahahahaaaNenek2 mah bisa

    Wakakakaakakakakkkk

  3. bambangpriantono said: Booble transtooll..wahahahaaaNenek2 mah bisa

    terjemahan ngawur…..

  4. raflyarsyah said: jadi keluar negerinya bawa laptop…nggak usah bawa kamus…

    kalo bisa oprasiinnya..hehehehe 😀

  5. raflyarsyah said: ya, karena inggris pun akar kata nya dari jerman…Ich liebe dich.. hehehehhepeace…

    wuih….

  6. raflyarsyah said: biarkan saja anak TK itu berlibur ke luar negeri ….!!!

    sepakat..biar makin pinter

  7. bambangpriantono said: Hheheheehehe….

    mumet dah…

  8. rudal2008 said: Bahasa Inggris susah banget belajarnya, tulisan ama baca beda buat kita memeras otak…Aku lebih suka belajar bahasa jerman,banyak kata yg bacanya spti bhs indonesia,tapi itupun buatku susah ingatnya.Tfs ya Mas.

    memang susah kalo masalah bahasa 😀

  9. sulisyk said: kan ada google translate wkwkwkwkwkwk

    yen mudeng internet hehehe

  10. rembulanku said: hehehe, jadi inget kasus itupetugas imigrasi : “citize sir?”pejabat RI : No, it’s rollex.”petugas imigrasi tuing tuing tuing hahahaha

    aku jua ikut tuing-tuing hehe 😀

  11. rudal2008 said: Aku lebih suka belajar bahasa jerman,

    Booble transtooll..wahahahaaaNenek2 mah bisa

  12. rudal2008 said: Aku lebih suka belajar bahasa jerman,

    jadi keluar negerinya bawa laptop…nggak usah bawa kamus…

  13. rudal2008 said: Aku lebih suka belajar bahasa jerman,

    ya, karena inggris pun akar kata nya dari jerman…Ich liebe dich.. hehehehhepeace…

  14. biarkan saja anak TK itu berlibur ke luar negeri ….!!!

  15. Bahasa Inggris susah banget belajarnya, tulisan ama baca beda buat kita memeras otak…Aku lebih suka belajar bahasa jerman,banyak kata yg bacanya spti bhs indonesia,tapi itupun buatku susah ingatnya.Tfs ya Mas.

  16. kan ada google translate wkwkwkwkwkwk

  17. hehehe, jadi inget kasus itupetugas imigrasi : “citize sir?”pejabat RI : No, it’s rollex.”petugas imigrasi tuing tuing tuing hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Goblog Bersama Festival Lima Gunung ke-16

  Sebuah gapura bertuliskan Pakis Kidul beberapa kali kami lewati hanya untuk mencari arah dusun Gejayan. Beberapa orang yang saya tanya juga tidak memberikan petunjuk ...