Mesin Ketik di Sudut Kamar

Dikala senggang sambil iseng jalan-jalan di pusat perbelanjaan, ABG atau anak-anak kecil seolah menarik perhatian mata untuk mencari apa yang terjadi. Tangan-tangan mungil mereka sibuk menekan-nekan keyboard sambil mata jelalatan kemana-mana. Memang tak usah diragukan kemampuan anak sekarang dalam menguasai medan key pad gadget, baik ponsel, smarphone, ipad atau tablet sekalipun. Disisi lain, terdapat anak dengan mata melotot melihat layar kaca dengan tangan begitu lincah memainkan jos stick.

Andaikata, saat ini dalam kondisi perang dan semua senjata layaknya gadget tentu anak-anak pemenangnya, sedangkan orang dewasa masih terbata-bata ”nunak-nunuk” menghafal tombol fungsi. Menulis pesan singkat sambil jalan, ngobrol bahkan mengendarai motor atau mobil bukanlah hal yang asing. Begitu lincah jari jemari dalam mengendalikan alat yang satu ini.

Saya masih ingat dahulu, waktu masih SD diajak paman ke Wartel Telkom untuk mengirim telegram. Begitu juga waktu SD dan SMP belajar membuat telegram, dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas. Saat itu sepertinya sia-sia membuat telegram, namun sekarang begitu bermakna disaat mengirim pesan singkat. Lupakan kemudahan teknologi masa kini yang bisa menembus ruang dan waktu dengan cepat, namun pasti ada kelemahan dan memaksa untuk kembali ke teknologi masa lalu.

Katakanlah punya smartphone yang tercanggih, menjelajah kemana saja begitu mudah dengan google earth, atau berkomunikasi begitu mudahnya dengan fitur-fitur yang ditawarkan. Bagaimana seandainya teknologi canggih tersebut tak ada setrum dan pulsa, tak ubahnya dengan gantungan kunci, dimana teknologi itu menjadi tidak bermakna. Bagi mereka yang setiap hari dihibur dengan gadget, bersiaplah kesepian disaat PLN memutuskan aliran listrik atau angin kencang merubuhkan menara BTS.

Apapun canggihnya teknologi, jatuh-jatuhnya kembali ke teknologi jadul juga. Anda yang biasa mainan komputer buat ngetik harus bersiap dengan mesin ketik analog untuk membuat surat-surat berharga. Mesin ketik analog walaupun jadul tetapi memiliki kejujuran yang tidak bisa dimanipulasi dengan teknologi digital manapun. Jejak ketukan tiap huruf begitu nyata, apalagi dengan belakang berlatar belakang kertas karbon. Jadi ingat awal kuliah disaat komputer termasuk barang mewah dan mahal, maka tiap malem cetak-cetok bikin laporan kuliah. Suara berisik mesin ketik tak kalah dengan printer dot matrik yang kaya jangkerik kelaparan.

Mesin ketik memberikan banyak pelajaran berharga sebelum benar-benar memakai teknologi yang lebih canggih. Berpikir berulang, membuat out line, menulis dalam kertas dan memastikan sudah benar. Disaat menjejakan jemari dalam key board, hati-hati mutlak diperlukan, sebab tidak boleh ada kesalahan, kalaupun ada fatal akibatnya. Mungkin stipo, atau kuas cat penghapus akan berperan, tetapi dalam beberapa dokumen resmi tidak boleh. Mesin ketik tidak ada auto correct, sehingga kejelian dan kecermatan mutlak diperlukan. Adus strategi disaat akhir baris untuk membuat tanda pisah dan penghubung. Begitu juga dalam membuat judul harus benar-benar ”center” dengan menghitung tiap huruf dan spasi. Paling susah disaat harus membuat tabel dan kolom, ketelitian dan imajinasi benar-benar diperlukan.

Brother, yang kini teronggok di sudut kamar, luar biasa memberikan pelajaran dan menyentuh teknologi yang lebih canggih. Orang boleh berbangga menggunakan teknologi saat ini yang dengan mudah dioprasikan, selayaknya memanjakan pemiliknya. Mesin ketik dan kamera analog memberikan banyak pelajaran berharga, berpikir sebelum menggunakan. Tak selamanya setrum dan pulsa berjaya, layaknya lampu bohlam, LED yang suatu saat tergantikan oleh lilin disaat PLN sedang uring-uringan. Teknologi boleh berkembang, namun suatu saat juga kembali kepada asalnya.

Salam

DhaVe
Kf, 240811, 07.30

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. smallnote said: Teringat Soe Hok Gie.

    cetakcetok juga ya..sayuti melik gimana?

  2. rembulanku said: 6th aku sekolah karo mesin ketik kui merk brother sing terkenalyen kukune dowo langsung disabet penggaris kayuyen mripate nonton tuts langsung dijeweryen ngandeli huruf mergo salah ketik, bijine dikurangi ukiiiih salah tik 1 mines 1fiewh…..cetak cetok sing wis langka tapi coba ae ning kantore pak lurah mesti lak iseh ono

    Teringat Soe Hok Gie.

  3. rembulanku said: 6th aku sekolah karo mesin ketik kui merk brother sing terkenalyen kukune dowo langsung disabet penggaris kayuyen mripate nonton tuts langsung dijeweryen ngandeli huruf mergo salah ketik, bijine dikurangi ukiiiih salah tik 1 mines 1fiewh…..cetak cetok sing wis langka tapi coba ae ning kantore pak lurah mesti lak iseh ono

    betoool sekali mBa..betool

  4. poniyemsaja said: hehe.. dolananku jaman esde…

    aku pas SMP donk

  5. sulisyk said: wah itu program aplikasi pertama-tama yang harus dikuasai selain basic, foxpro hahahaha

    iya Om..khatam ngasian

  6. dhave29 said: mesin ketik analog untuk membuat surat-surat berharga. Mesin ketik analog walaupun jadul tetapi memiliki kejujuran yang tidak bisa dimanipulasi dengan teknologi digital manapun. Jejak ketukan tiap huruf begitu nyata, apalagi dengan belakang berlatar belakang kertas karbon.

    6th aku sekolah karo mesin ketik kui merk brother sing terkenalyen kukune dowo langsung disabet penggaris kayuyen mripate nonton tuts langsung dijeweryen ngandeli huruf mergo salah ketik, bijine dikurangi ukiiiih salah tik 1 mines 1fiewh…..cetak cetok sing wis langka tapi coba ae ning kantore pak lurah mesti lak iseh ono

  7. dhave29 said: wordstar dan lotus

    hehe.. dolananku jaman esde…

  8. dhave29 said: wordstar dan lotus pripun Om hehehe 😀

    wah itu program aplikasi pertama-tama yang harus dikuasai selain basic, foxpro hahahaha

  9. sulisyk said: dulu sudah merasakan memakai mesin ketik analog maupun kamera analog, butuh perjuangan untuk memakai dengan hasil yang baik. Namun saya juga termasuk beruntung bisa berkenalana lebih awal dengan yang namanya PC, di saat barang tersebut masih langka dan hanya beberapa orang yang memiliki, karena ada yang memberi hadiah hahahaha (mana bisa beli sendiri kala itu). Dengan OS masih DOS generasi akhir dan memasuki era OS windows awal, sehingga meski saya bukan orang yang belajar IT saya masih bisa menulis script2 program karena jasa OS DOS yang mengharuskan kita menulis script tiap kita mau njalankan aplikasi komputer

    wordstar dan lotus pripun Om hehehe 😀

  10. poniyemsaja said: kok cuma teronggok? mesin ketik poni masih sering dipake…. (lumayan bikin jari berotot.. 😀 )

    lha bingung meh buat apa….. hehehe 😀

  11. bambangpriantono said: Pertamax sik aah

    ganti solar Cak

  12. dulu sudah merasakan memakai mesin ketik analog maupun kamera analog, butuh perjuangan untuk memakai dengan hasil yang baik. Namun saya juga termasuk beruntung bisa berkenalana lebih awal dengan yang namanya PC, di saat barang tersebut masih langka dan hanya beberapa orang yang memiliki, karena ada yang memberi hadiah hahahaha (mana bisa beli sendiri kala itu). Dengan OS masih DOS generasi akhir dan memasuki era OS windows awal, sehingga meski saya bukan orang yang belajar IT saya masih bisa menulis script2 program karena jasa OS DOS yang mengharuskan kita menulis script tiap kita mau njalankan aplikasi komputer

  13. kok cuma teronggok? mesin ketik poni masih sering dipake…. (lumayan bikin jari berotot.. 😀 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kisah Pilu di Laut Indramayu

Masa kritis itu akhirnya lewat juga, masa dimana isi lambung sudah tidak ada lagi dan tidak mungkin untuk muntah. Guncangan ombak yang semula membuat kepala ...