Rokok Simalakama yang Dicintai dan Dibenci

Rokok, ibarat buah simalakama dibenci dan dicintai. Mungkin anda dan saya termasuk orang yang tidak suka dengan kehadiran rokok, terutama asapnya. Bagi petani tembakau, pengusaha rokok dan pecandu rokok, daun tembakau adalah rejeki dan kenikmatan dunia. Kontroversi rokok, menimbulkan dampak yang pro kontra dikalangan masyarakat, pemerintah, dinas kesehatan dan mereka yang berkampanye anti rokok. Adanya kontroversi tersebut maka muncul peraturan pemerintah tentang pembatasan rokok.

Menjadi pertanyaan sekarang, seberapa bahayakah rokok sehingga ada saja orang yang anti pati terhadap daun Tembakau. Dalam sebuah literatur, dikatakan ada sekitar 4000 jenis bahan kimia dalam rokok dan 40% adalah bahan beracun. Beberapa bahan beracun seperti; nikotin, tar, hidrokarbon, karbon monoksida dan logam berat dari hasil pembakaran rokok. Menjadi pertanyaan sekarang, 60% sisanya adalah bahan yang tidak berbahaya dan mungkin malah berguna bagi kesehatan.

Bahaya rokok mungkin bukan barang baru dikalangan masyrakat, dari puntungnya yang dijadikan kambing hitam kebakaran hutan hingga SPBU, bahkan di bungkusnya tertulis dengan huruf kapital, bisa menyebabkan serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Menjadi pertanyaan sekarang, seberapa efektifkah rokok menyebabkan gangguan kesehatan, terutama impoten, jantung dan kehamilan?. Tidak bermaksud memutar balikan realita yang ada, namun adakah kalkulasi yang jelas, apakah impotensi gara-gara merokok, dan serangan jantung apalagi gangguan kehamilan dan janin rokok biang keladinya.

Suatu saat saya pernah berkunjung di daerah Cepit, Temanggung, Jawa Tengah yang terkenal menghasilkan Tembakau kualitas nomer 1 di Indonesia. Muncul suatu pertanyaan, apakah sebagian besar warga disini sebagai perokok aktif, dan diiyakan pertanyaan tersebut. Apakah ada warga yang impoten, kena serangan jantung, gangguang kehamilan? mereka semua menggeleng antara tidak tahu dan malu-malu. Realita yang terjadi, banyak orang tua yang lanjut usia sebagai perokok berat masih sanggup ke ladang, mencari rumput, bahkan menanam tembakau. Hebatnya lagi, anak mereka jika dihitung bisa menjadi 1 tim bola voley atau sepak bola, dan cucunya bisa menjadi 1 lingkup RT. Apakah mereka impoten, mengalami gangguan kehamilan atau kena serangan jantung?. Jika dilihat dari produktivitas dalam menghasilkan keturunan dan aktivitas keseharian sepertinya tidak ada signifikansi efek rokok, padahal perokok berat?. Bisakah orang desa sebagai perokok berat dijadikan parameternya, atau hanya sebatas mereka yang apes saja gara-gara rokok yang menjadi contoh dampak buruk rokok.

Memang menakutkan apabila melihat riset dari peneliti mengenai dampak buruk rokok bagi kesehatan, terlebih lagi dengan korban-korban yang sudah berjatuhan. Memang tidak bisa disangkal bahwa nikotin, tar, gas CO adalah zat-zat berbahaya bagi tubuh yang bisa meracuni, begitu juga baha toksit lain yang jauh berbahaya. Jangankan mereka yang membakar ujung rokok lalu menghisapnya, tetapi yang tidak ikut pun terkena imbasnya yang di klaim sebagai perokok pasif.

Setelah menyadari peran rokok bagi kesehatan, ekonomi, status sosial maka masing-masing pihak seharusnya tahu diri dengan melihat situasi dan kondisi yang ada. Bagi mereka perokok aktif, semestinya tahu kapan waktu dan tempat yang tepat untuk menimati racun tembakau. Bagi petani tembakau, adalah momment yang pas untuk meningkatkan taraf hidupnya dalam rangka memenuhi kebutuhan. Bagi produsen rokok, menjadi lahan bisnis yang prospektif dengan menjual kenikmatan sekaligus malapetaka kesehatan. Bagi perokok pasif, ada baiknya tahu diri dan menghindari asap tembakau dan bagi pecinta musik atau olah raga, dari rokoklah semua bisa terselenggara.

Dari kontroversi, mungkin akan sangat arif dan bijaksana jika kita semua melihat dari masing-masing sisi. Dari tembakau, para petani bisa menyekolahkan anak dan menghidupi keluarganya.. Dari rokok masyarakat bisa menikmati tontonan olahraga berkualitas secara gratis. Rokok pula yang menghidupi ribuan buruh dimana menjadi tumpuan kehidupan. Rokok pula yang menghancurkan kehidupan, menyebabkan kriminalitas. Bagi seniman, rokok menjadi sesaji untuk mendapatkan inspirasi. Susah untuk mencari kambing hitam siapa yang paling dipersalahkan, tetapi cukuplah mengambil sisi baik dari rokok. Saya tidak anti rokok, namun menghidari menghirup asapnya. Merokok adalah keputusan dan menghindari asap rokok adalah kebebasan yang butuh perjuangan.

salam

DhaVe
kk051011,2230

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. tjahjokoe said: nyuwun sewu Mas, perokok numpang liwat…maaf klo ganggu…

    wah juragane mBako kie,,,,monggo katuran liwaat

  2. rengganiez said: masalahnya ngerokok itu gak hanya berdampak pada si perokok tapi juga sekelilingnya.

    pulsa sama inet juga…. kerjaan nglantur dan berisik dengerin keypad hahaha…”mbela diri kie hahahahha”piss Om eh mBaaaa,,,,

  3. dhave29 said: yah itulah,,,,, begitu juga kita… yang anti rokok… buat makan mikir sekian kali, tapi buat beli pulsa atau ngnet..majuuu jayaaa hehehehe 😀

    nyuwun sewu Mas, perokok numpang liwat…maaf klo ganggu…

  4. dhave29 said: yah itulah,,,,, begitu juga kita… yang anti rokok… buat makan mikir sekian kali, tapi buat beli pulsa atau ngnet..majuuu jayaaa hehehehe 😀

    masalahnya ngerokok itu gak hanya berdampak pada si perokok tapi juga sekelilingnya.

  5. rengganiez said: kadang gak habis pikir dengan mereka yang menyatakan diri miskin, gak bisa beli susu untuk anaknya, gak bisa nyekolahin anak, tapi enteng ngisep rokok, beli rokok..:-(

    yah itulah,,,,, begitu juga kita… yang anti rokok… buat makan mikir sekian kali, tapi buat beli pulsa atau ngnet..majuuu jayaaa hehehehe 😀

  6. smallnote said: Jadi merokok atau tidak menjadi sebuah keputusan ingin merusak tubuh atau tidak.

    kadang gak habis pikir dengan mereka yang menyatakan diri miskin, gak bisa beli susu untuk anaknya, gak bisa nyekolahin anak, tapi enteng ngisep rokok, beli rokok..:-(

  7. smallnote said: Jadi merokok atau tidak menjadi sebuah keputusan ingin merusak tubuh atau tidak.

    nah sudah terjawab Sist….

  8. rembulanku said: mangtaps nan :Dwis yen ono sing utak utik rokok aku tak mingkem aejaminan munthu rak bakal gembor JIIII

    heheh aku meluuu ya…. hehehe

  9. rudal2008 said: Sahringnya menarik sekali, yang menjadi pertanyaan publik, mengapa baru sekarang diadakan Demo anti rokok? sementara produksi rokok dari tahun 1814 sampai saat ini terus berjalan dan aman-aman saja, Mirip dengan penyakit Rabies yang ada pada Anjing, dulu mana ada namanya Rabies!! sekarang baru ada aksi membunuh anjing yg mengindap virus rabies. Aneh-aneh saja penemunya sekarang…Siapa yang berani mentup perusahan rokok didunia? Hehehe…..Tfs ya Mas.

    Apabila semua belum menuai petaka, maka tidak akan ada kebijakan. Nah jika malapetaka itu datang maka semua bebas berteriak mencari salahnya sendiri-sendiri. Apakah anjing salah kalau rabies ehehheee…yang berani nutup pabrik rokok cuma SECURITY yang megang kunci dah gembok gerbang pabrik ROkok.

  10. dhave29 said: menghindari asap rokok adalah kebebasan yang butuh perjuangan.

    Jadi merokok atau tidak menjadi sebuah keputusan ingin merusak tubuh atau tidak.

  11. dhave29 said: menghindari asap rokok adalah kebebasan yang butuh perjuangan.

    mangtaps nan :Dwis yen ono sing utak utik rokok aku tak mingkem aejaminan munthu rak bakal gembor JIIII

  12. Sahringnya menarik sekali, yang menjadi pertanyaan publik, mengapa baru sekarang diadakan Demo anti rokok? sementara produksi rokok dari tahun 1814 sampai saat ini terus berjalan dan aman-aman saja, Mirip dengan penyakit Rabies yang ada pada Anjing, dulu mana ada namanya Rabies!! sekarang baru ada aksi membunuh anjing yg mengindap virus rabies. Aneh-aneh saja penemunya sekarang…Siapa yang berani mentup perusahan rokok didunia? Hehehe…..Tfs ya Mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Goblog Bersama Festival Lima Gunung ke-16

  Sebuah gapura bertuliskan Pakis Kidul beberapa kali kami lewati hanya untuk mencari arah dusun Gejayan. Beberapa orang yang saya tanya juga tidak memberikan petunjuk ...