Cinta Menghalalkan yang Haram

Cinta memang penuh intrik dan konspirasi, bahkan atas nama cinta bisa berbuah ketulusan atau menjadi malapetaka. Entah apa arti cinta yang sebenarnya, apakah hanya rasa sesaat dalam hati, bermanifestasi dalam pikiran dan terimplementasi dalam tindakan. Cinta bagi orang idealisme adalah suatu bentuk curahan hati sebagai insan manusia lewat sebuah tindakan yang penuh ketulusan. Namun realita yang ada, konspirasi cinta menciptakan pengkhianatan dan perubahan tatanan pertemanan, persaudaraan bahkan perpecahan antar bangsa.

Cinta tanah air, mengapa jika cinta harus angkat senjata dan saling menumpahkan darah serta meregangkan nyawa. Itu kah esensi cinta yang rela mengorbankan apa saja?. Mungkin cinta dari hati yang tidak bisa dilanar dengan pemikiran logis, sehingga atas nama cinta bisa berbuat hal yang konyol dan bodoh. Lihat saja, atas nama cinta banyak yang lompat dari gedung, nenggak racun serangga hingga menyayat urat nadi, paling sederhana bisa direpresentasikan oleh tetesan air mata atau lari rokok, miras bahkan narkoba. Cinta apa yang tidak pakai logika? seolah mempermainkan isi hati dan mengarahkan pada tindakan menyimpang.

Kadang, karena cinta bisa mempersatukan, tetapi karena cinta juga memisahkan. Dalam satu kelompok atau organisasi, terkadang cinta mengaburkan dan meretas arti persahabatan, pertemanan bahkan profesionalisme. Katakanlah dalam satu kelompok, ada yang menyatakan cinta gara-gara berlainan jenis, sehingga acapkali masalah hati yang tidak bisa terpikir oleh logika mengorbankan teman yang lain. Cinta memang edan, gara-gara goresan kecil dihati bisa menjadi luka dan lara, sehingga yang tidak tahu apa-apa ikut kena.

Cinta memang gombal, demi cinta mengobral janji langit ketujuh yang kaisar langitpun sampai geleng-geleng. Gara-gara cinta bisa metik bintang dan menaruh dimata cintanya, gombal dan tak masuk akal. Memang cinta gak pakai logika, bisa saja atas nama ”saling mencinta dan sama-sama suka” perzinahan, pemerkosaan, pelecehan bisa dientaskan atas nama cinta. Kalo sudah cinta mau apalagi, itu yang menjadi alibi untuk menghalalkan yang haram dan melegalkan yang ilegal.

Gara-gara cinta ada saja yang tunduk dari hal yang besar menjadi kerdil. Cinta mampu meluluhkan apapun termasuk mereka yang mengaku kepala batu atau hati dingin bak es di kutub utara. Berapa banyak penguasa negeri yang jatuh gara-gara cinta buta, tidak sedikit rumah tangga yang hancur gara-gara cinta tak berlogika dan masih banyak gadis yang kehilangan mahkotanya demi atas nama cinta. Berbicara mereka yang telah kehilangan satu-satunya harta ”love for sex or sex for love”. Tidak bisa dipungkiri, demi cinta akan dilakukan yang penting bisa membuktikan, walau harus membakar diri layaknya Dewi Shinta.

Aneh juga, cinta butuh pengorbanan dan menimbulkan kebobrokan, masih ada saja yang jatuh dan terjebak dalam cinta. Dibalik sisi positif cinta, ada sisi kelam yang sangat susah diselami karena misteri cinta itu sendiri. Sebenarnya apa makna cinta? hanyalah sebuah rasa yang tak dapat dilogika, tak bisa diuntai lewat kata dan hanya lewat tingkah laku nyata bisa dibuka isinya. Mengapa juga cinta itu ada? agar manusia bisa berpikir memakai logika untuk memaknai rasa itu dalam tindakan nyata. Jika hati berkehendak memetik bintang demi cinta, maka teknologi melalui olah rasa, cipta dan karsa akan menjawabnya.

Memang rasa dan logika kadang sulit bersatu, dan cintalah yang salah satunya menjadi biangkeroknya. Memaknai cinta, tak ubahnya hanya mengubar rasa lewat tindakanya nyata yang acapkali tak pakai logika. Cinta akan jauh lebih sempurna jika ada bumbu kasih, menjadi cinta kasih. Bagiama jika ada orang yang berkata ”aku mencintaimu” dan ”aku mengasihimu”, pilih yang mana..?. Ada seoarang yang berkorban demi umatnya karena kasih. Kasih mungkin jauh lebih nyata untuk menyatakan cinta dalam arti sebenarnya. Kasih bisa beragam bentuknya, dari sekedar ucapan ”terimakasih”, ungkapan ”kasihan” hingga ”mengasihi”, semua tulus adanya. Tak ada kasih buta, kasih gombal, namun akan jauh lebih bermakna jika cinta dan kasih bersatu. Cinta kasih kiranya ada didalam hati kita semua dan tak ada dusta serta perpecahan bagi kita. Cinta mempersatukan juga memisahkan, tetapi cinta kasih memberi makna ketulusan dan ikatan hati.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. rembulanku said: cinta…panganan opo seh?

    gorengan dari tepung hati mBa,,,,

  2. smallnote said: Bisa saja dibalik. Hahaha

    hayo mesti to Sist…..

  3. poniyemsaja said: … deritanya tiada akhir …sudah tau begitu, tetep saja cinta..yaah.. namanya juga cinta.. lombok rawit berasa manis.. 😀

    haha,, perumpamaan yang bagusyen lombok tetep aja mblebes hahaha

  4. siasetia said: apa kabar cinta? :p

    juoooooooooosss puollagi cari toreeen

  5. addicted2thatrush said: Cinta itu bebas, cinta itu belenggu

    kaya kodok ijo yang sesuka udel mlumpat dan mencolot Dabs

  6. cinta…panganan opo seh?

  7. Bisa saja dibalik. Hahaha

  8. … deritanya tiada akhir …sudah tau begitu, tetep saja cinta..yaah.. namanya juga cinta.. lombok rawit berasa manis.. 😀

  9. Cinta itu bebas, cinta itu belenggu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kisah Pilu di Laut Indramayu

Masa kritis itu akhirnya lewat juga, masa dimana isi lambung sudah tidak ada lagi dan tidak mungkin untuk muntah. Guncangan ombak yang semula membuat kepala ...