Pasarnya Pasar Malam Tengah Kegelapan Malam

Tawa riang, teriakan histeris, hingga kedua tangan memegang erat sandaran besi di punggung dan akhirnya turun dengan sempoyongan seperti orang mabuk laut. Itulah salah satu permainan �ombak� yang ada di pasar malam, yang semalam saya sambangi. Salah satu sisi sentra hiburan, yang dibumbui sektor perekonomian yang bersimbiosis mutualisme.

Pasar malam, secara etimologis bisa diartikan tempat bertemunya penjual dan pembeli pada malam hari. Beragam penjual barang dan jasa, begitu juga beragam pula konsumennya, yang sama adalah waktunya. Inilah sebuah sudut keramaian dimalam hari yang timbul tenggelam diera modernisasi saat ini.

Malam itu lampu sorot pemecah gumpalan awan sebagai pawang hijan meliuk-liuk membelang angkasa. Bak lampu mercusuar sakaligus menjadi penanda koordinat lokasi ditengah kegelapan langit malam. Ciri khas pasar malam, tanpa lampu sorot tak afdol lagi.

13448170681613696328

Beragam barang dagangan selalu hadir disaat pergelaran pasar malam. Sejak tahun awal 90an saat saya mengenal pasar malam, hingga saat ini masih ada sebuah produk yang tak berubah baik tampilannya, kemasannya bahkan rasanya. Memori ini selalu mengingatkan pada masa kecil saya, saat satu bungkus sari manis/arum manis (cotton candy) hanya dihargai 500 rupiah, dan kini sudah melonjak mengikuti dolar hingga 8 kali lipat harganya. Jaman boleh berubahj, rupiah boleh bergejolak, namun sari manis tetap memaniskan setiap pagelaran pasar malam.

13448171161831792230

Tak ketingggalan wana permainan yang selalu hadir dalam setiap pagelaran pasar malam. Besi-besi tua berlapis seng dengan warna-warni yang meriah dan mencolok tak lekang dimakan jaman. Setiap tempat pasti memiliki nama sendiri-sendiri setiap wana permainan ini. Komidi putar adalah ikon yang akan selalu hadir. Tidak usah ke belantara afrika untuk naik berbagai jenis mamalia liar. Anenak jenis kuda, hingga binatang buas hadir disini untuk memanjakan pengunjungnya walaupun hanya berputar-putar saja. Tong Stan yang acapkali kepleset menjadi tong setan, menunjukan atraksi sepeda motor yang meliuk-liuk adalam ruangan bulat.

1344817345540319791

Bianglala, atau kincir roda adalah yang paling khas malam itu. Sebuah lingkaran raksasa dengan lampu warna-warni berputar-putar mengaduk-aduk penumpangnya. Kok pit yang mirip kurungan burung diajak berputar naik turun memberikan sensasi jet lag yang bila tidak kuat mampu mengeluarkan isi perut. Ombak, satu lagi wana permainan yang benar-benar menguras adrenalin sekaligus isi perut dan mengencerkan isi kepala. Berbentuk lingkaran yang dihubungkan dengan tal-tali logam ke titik pusat. Duduk dalam bangku besi, berpegangan pada sandaran punggung, lalu diputar dan digoyang. Sensasinya mungkin tak kalah dengan pilot pesawat akrobatik, dan kali ini tanpa helm, sabuk pengaman dan parasut. Mengikuti gaya sentripetal membuat pengunjung tak bakalan jatuh, sebab semakin kencang akan semakin kuat posisinya. Alhasil jebol juga pertahanan ini, usah dibuat bergoyang dan berputar, perut seolah diaduk-aduk dan berhasil jak pot, belum lagi otak berpikir bumi tidak lagi berputar pada porosnya.

Usai diluluhlantakan dengan permainan gila dan tak kalah ekstrimnya, saatnya menikmati jajanan walau masih sempoyongan. Kali ini saya mencari kedelai rebus, dengan bulir-bulir hijau, uap air yang masih mengepul. Luar biasa malam ini, saya tiba-tiba jadi pemakan biji-bijian. Urusan biji jadi gas masalah belakangan, yang penting nikmati kedelai segar yang usai dikukus. Ditengah carut marutnya kelangkaan kedelai, nyatanya masih ada kedelai rebus, murah meriah lagi.

13448173991775733489

Pasar malam, malam ini telah menghibur warga selepas tarawih. Mudah-mudi tak lagi asmara subuh, tetapi beralih ke asmara pasca tarawih. Pasar malam telah mempertemukan siapa saja yang ingin mencari huburan malam,dan mengisi perut keroncongan. Memori masa kecil tersimpan dalam setiap hewan yang mengelilingi komidi putar. Kenangan itu juga tak berubah dan masih tersimpan rapi dalam sangkar-sangkar bianglala. Warna-warni lampu seolah mengalahkan gemerlapnya pusat-pusat perbelanjaan dan ternyata saya nyaman disini. Pasar malam boleh buat siapa saja, walau posisinya semakin termarginalkan dan terus bergerak ke pinggir karena tergeser pusat-pusat perbelanjaan modern. Pasar malam tetap memiliki pasarnya tersendiri.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. slamsr said: ayoo ndang pindahhh postingan mas dhave, d sampangan lagi ada pasar malam

    masih lama… santai dulu deh…. hehehhee

  2. smallnote said: Bukan Pasarmalam. – PAT

    ayoo ndang pindahhh postingan mas dhave, d sampangan lagi ada pasar malam

  3. smallnote said: Bukan Pasarmalam. – PAT

    owh,,,, begitu kah….? duh… salah kaprah saya…. makasih Sist….

  4. Bukan Pasarmalam. – PAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berkah dari Limbah Kepala Manyung

3 tahun bekerja di sebuah perusahaan ikan, membuat saya semakin memahami seluk beluk tantang bisnis ikan. Acapkali, ikan yang beredar di pasaran adalah ikan kelas ...