Danau Sematu Yang Hampir Tinggal Kenangan

IMG_1946

Kalimantan yang dulu terkenal dengan hutan lebatnya dan didaulat paru-paru dunia, kini seolah menderita bronkhitis karena hutan yang semakin berkurang. Apa yang tak tumbuh di Kalimantan, seprtinya semua tanaman bisa hidup di Borneo. Realitanya sekarang, hanya tanaman pilihan yang memiliki nilai ekonomi saja yang menempati lahan subur.

Tak pelak lagi, sisa hutan yang dibabati kini sudah menjadi hutan homogen, seperti Minyak Kayu Putih (ecaliptus), Akasia dan Kelapa Sawit. Dibalik, hutan yang tergusur setidaknya ada satu jengkal yang masih bisa dipertahankan yakni Danau Sematu. Danau yang mungkin lebih identik dengan rawa karena  perairannya penuh dengan tumbuh-tumbuhan, bahkan mirip dengan hutan yang terendam.

1358305843963001509
Danau Sematu, potensi alam yang masih tersisa dan terjaga (dok.pri).

Danau alam di desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kab Lamandau Kalteng adalah satu dari sekian danau yang masih terjaga. Jika melihat dari citra satelit, maka terlihatlah compang-camping kolam besar ini. Ladang sawit dan lahan gundul nampak kontras dengan genangan air raksasa. Danau yang tepat dipinggir sungai Lamandau nampak menjadi penyeimbang ekosistem yang sudah terguncang.

Untuk menuju danau cantik ini bisa ditempuh dari Bulik menuju Kecamatan Sematu Jaya, dan lewat SP4. Rata-rata penduduk setempat  sangat paham akan danau ini, sehingga sangat memudahkan jika ingin mengunjunginya. Danau yang mirip kawasan tadah hujan memang sangat eksotis, karena memiliki mikroklimat yang unik.

Saat hujan, Danau Sematu meluber penuh dengan air. Saatnya hewan-hewan air berkembang biak, karena makanan juga berlimpah. Ikan yang dominan di danau ini adalah ikan Gabus, penduduk setempat menyebutnya ikan Tomang. Ikan dengan nama ilmiah Channa striata nampak sedang menggiring anak-anaknya dan melintas disela-sela kaki saya.

13583059341764155053
Anak-anak ikan Tomang yeng berenang diantara kaki saya, menjadi indikator adanya rantai dan jejaring makanan di danau ini (dok.pri)

Ikan Gabus adalah ikan predator yang memangsa ikan-ikan kecil, dan katak. Ikan-ikan lain seperti ikan mas, baung dan lele juga menjadi warga dari Danau Sematu ini. Reptil seperti ular dan biawak juga hadir disini, namun nampaknya malu-malu melihat kedatangan saya, walau sekelebat terlihat saat melintas.

Menjelang air mulai berkurang, maka semua yang menggantungkan hidup pada danau ini akan semakin mendekat ke air. Menurut cerita penduduk setempat, saat yang tepat mencari ikan adalah saat kemarau. Menjelang air semakin berkurang, maka ikan-ikan terlihat seperti cendol atau dawet, karena terjebak dalam kubangan. Ikan yang selamat akan melarikan diri ke sungai atau perairan yang dalam. Dengan mudah, penduduk setempat akan memanen ikan-ikan yang terjebak ini.

13583060551682495902
Perjuangan untuk mencapai surga tersisa dan harus rela menenteng sandal yang putus karena terjebak dalam kubangan tanah liat (dok pri).

Untuk menuju danau ini, bukan perkara yang mudah, terlebih lagi saat musim hujan. Tanah merah bercampur tanah liat adalah medan yang harus ditempuh. Motor yang saya tumpangi nampak terseok-seok karena selip oleh tanah yang licin dan lengket dibalik genangan lumpurnya. Saya yang harus turun dan jalan kakipun juga jadi korban. Kaki terperosok dalam lumpur tanah liat, alhasil waktu kaki terangkat makan sandal tertinggal. AKhirnya telanjang kaki sambil menenteng sandal yang putus.

135830615056220967
Entah sampai kapan, aktivitas ini akan berhenti, Balok kayu dan papan hasil penembangan siap untuk didistribusikan (dok.pri)

Sepanjang jalan, nampak bekas rawa-rawa yang sudah kering. Hutan rawa sudah bertumbangan dan bersiap alih fungsi menjadi hutan sawit. Lebih menyedihkan lagi, telinga ini mendengar gergaji mesin sedang mencabik-cabik kayu. Dipinggir jalan sudah tertata rapi kayu-kayu hutan dalam bentuk balok dan papan. Sepertinya para penebang ini mengambil kayu jauh didalam, sedangkan hutan yang dipinggir tetap dibiarkan ada sebagai topeng ekologis.

13583062611275378478
Biarkan danau indah ini tetap ada, sebagai bukti Kalimantan dulu ada surga yang tercecer. (dok,pri)

Butuh perlakuan istimewa, terhadap surga tersisa ini. Pemerintah daerah harus bisa mempertahankan salah satu aset kekayaan alam ini. Konservasi mutlak harus dilakukan untuk memberi ruang aman, nyaman dan perlindungan bagi para penghuninya. Sangat disayangkan jika habitat danau ini ikut tergerus oleh tanaman bernilai ekonomi, namun berpengaruh burung terhadap ekologi. Danau sematu, yang tersisa oleh gerusan alam dan tekanan lingkungan kiranya dapat bertahan.

 

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. Miris kalau dengar dan lihat berita seperti itu, Dhave. Bahkan kadang jadi jengkel. Uang masih menumpulkan otak orang-orang itu 🙁

  2. saya nangis waktu ke Sangata om… betapa alam kalimantan sudah hancur terekslpoitasi akibat ulah bedebah kapitalis dan tikus birokrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Goblog Bersama Festival Lima Gunung ke-16

  Sebuah gapura bertuliskan Pakis Kidul beberapa kali kami lewati hanya untuk mencari arah dusun Gejayan. Beberapa orang yang saya tanya juga tidak memberikan petunjuk ...