Mengapa Mahluk Hidup Berwarna

"serahkan pada yang ngecat lombok", kata orang tua saya. Sekarang mencari jawaban dalam dunia realitas setelah sekian lama berselancar di dunia maya (dok.pri)

“serahkan pada yang ngecat lombok”, kata orang tua saya. Sekarang mencari jawaban dalam dunia realitas setelah sekian lama berselancar di dunia maya (dok.pri)

Orang tua saya pernah menasehati saya, demikian katanya “serahkan saja sama yang mengecat lombok”. Artinya, semua serahkan pada Tuhan. Namun, saya tak menemukan jawaban bagaimana cara Tuhan mewarnai Lombok yang semula hijau berangsur tua berubah menjadi merah warna kulit buahnya. Mungkin ada yang menjawab, hanya Tuhan yang tahu atau Allah wualam bisowaf.

Akhirnya saya dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit. Saya diminta oleh salah satu instansi untuk mendidik anak terbaiknya guna mengikuti olimpiade sains mata pelajaran Biologi. Kali ini saya tidak mungkin berkata “tanya saja ama yang ngecat lombok atau Allah wualam bisowaf”.

13676366751170057304
“kak kenapa bunganya berwarna kuning..?” sambil menunjuk Keluarga Orchidaceae (dok.pri)

Pendekatan nyata saya gunakan setelah sekian lama anak didik ini mendekatkan diri dengan dunia maya dalam belajarnya. Disebuah resort, saya aja dia untuk menikmati taman-taman yang asri. Menyusuri petak demi petak taman, kita saling berdiskusi tentang pelajaran biologi. Akhirnya pertanyaan yang mengusik saya muncul juga, dan sejenak mengalami sembelit otak. “kak kenapa bunga ini warnanya kuning..? ” sambil menunjuk bunga Anggrek. Saya diamkan pertanyaan mengendap dulu dalam dasar otak, dan tiba-tiba saya dikejutakn oleh kehadiran Bunglon tetap di depan saya. “kak kenapa bunglon berwarna hijau…?” timpal dia.

136763674564850440
Bunglon ini menambah masalah saja. Tiba-tiba nongol dan mampir sebuah pertanyaan yang tak bisa saya jawab (dok.pri).

Untuk mengindari rasa terkejut lebih lanjut saya mencoba mengalihkan perhatian pada sebuah kandang burung. Mungkin nasib ini sedang sial, mengapa keluar mulut buaya masuk mulut singa. “kak kenapa paruh burung Enggang itu ada yang berwarna oranye, ada juga yang bagian bawahnya berwarna kuning” dia kembali mengusik kebingungan saya mencari jawaban. Saya biarkan dia bertanya sebanyak mungkin apa yang dia tanyakan dan saya berharap segera dapat wangsit jawaban.

1367636825473195189
Burung enggang ini juga memberi masalah juga, walau sekelumit jawaban tersiran di warna pada paruhnya (dok.pri).

Akhirnya lelah juga dia bertanya karena belum juga mendapat jawaban. Di pinggir kolam renang kami menempati kursi dan melingkari meja. Saatnya mencari jawaban bagaimana Tuhan mewarnai mahluk-mahlkuk ciptaannya dan mengapa dibuat berwarna. Setelah cukup ambil nafas dan wangsit itu turun saatnya saya mencoba membuka diskusi.

“Apa itu warna.. dan mengapa kamu bisa melihat dan membedakannya?” tanya saya. Dia diam sambil geleng-geleng, namun sorot  matanya berkata bahwa ia ingin mendapat jawaban dari saya segera dan secepatnya. Pancingan saya meleset, dan secepat kilat mencoba menjaring jawaban yang lari kesana kemari dalam empang otak ini. Secara sederhana, warna adalah kesan yang ditangkap oleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dipapari cahaya.

Karena kualitas anak OSN saya tak perlu menjelaskan lagi, karena saya juga tidak tahu harus ngomong apalagi. “Lanjut, mengapa bunga tadi berwarna kuning, bunglon berwarna hijau, Paruh Enggang berwarna oranye atau kuning? dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu?. Jika kita bahas semuanya, mungkin kita bisa berhari-hari menginap di resort ini, maka kakak akan coba jelaskan salah satu contohnya saja.”

13676369161173146887
Warna merah dari bunga ini menjawab satu persatu permasalahan, mengapa ada warna dan apa fungsinya (dok.pri).

Pada tumbuhan yang meliputi daun, bunga, batang, umbi jika ada yang berwarna merah, kuning, dan oranye maka zat Karotenoid lah yang bertanggung jawab. Karotenoid tidak hanya dari wortel saja, yang diambil sesuai dengan namanya carot. Sebab, warna pada umbi wortel hanyalah turunan dari karotenoid, yakni beta karoten. Tomat dan  stroberi yang berwarna merah itu juga oleh ulah karotenoid, tetapi oleh turunannya yakni Likopen.

Pada daun juga ada karotenoidnya, walaupun daun itu berwarna hijau. Kenapa demikian, daun yang masih muda kandungan klorofil atau zat hijau daun masih banyak, dan warna karotenoid masih tersamar didalamnya. Setelah tua, klorofil semakin berkurang dan nampaklah zat karotenoidnya bisa kuning, oranye atau merah.

Nah sekarang bagaimana dengan hewan yang berwarna-warni, siapa yang bertanggung jawab mengecatnya. Warna-warni hewan tetap sama yang bertanggung jawab, seperti pada tumbuhan. Yang membedakannya adalah hewan bukan mahluk yang diciptakan Tuhan untuk berfotosintesis dan  bisa menciptakan warna, sehingga hewan mendapatkan warna itu dari makanannya.

13676370282008743324
Kenapa kepiting ini berwarna oranye, apakah dia makan wortel…? (dok.pri).

Sebentar lagi jawaban itu muncul. Nah ini dia, kepiting dan udang. Coba perhatian warna yang muncul. Kepiting dan udang didominasi oleh warna oranye, padahal sebelumnya kedua hewan ini tidak berwarna demikian. Seperti halnya dengan daun muda dan tua, untuk memunculkan warna oranya kepiting dan udang harus dipanaskan dulu, berbeda dengan daun yang harus menunggu tua.

1367637077890675586
Udang ini juga tak makan wortel, mengapa dia oranye..? (dok.pri)

“Sekarang perhatikan mie yang kamu santap itu. Mengapa mie berwarna kuning, merah dan hijau, padahal tepungnya berwarna putih..?”. Dia menggeleng-geleng karena lapar dan tidak tahu. Usai makan, diskusi dilanjutakan kembali. Mengapa mie warna-warni, padahal dari tepung yang berwarna putih. Mie ini berwarna karena ditambah pewarna makanan. Tetapi jangan kawatir, resto disini baik. Mereka menggunakan pewarna alami, yakni warna-warni yang disarikan dari tumbuhan bukan dari campuran bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Warna hijau diambil dari sari bayam, warna kuning dari kunyit dan warna merah dari bayam merah.

1367637292146846197
Apa fungsi warna bagi tumbuhan, hewan dan kita, katanya sambil mencicipi mie pelangi (dok.pri).

Setelah kenyang, saya berharap dia diam dan tidak banyak lagi, namun perkiraan saya meleset karena dia semakin liar pertanyaannya. “kak apa fungsi warna-warni dalam makanan bagi tubuh kita, jangan-jangan tubuh kita nanti jadi berwarna..?” tanya dia sambil mengisap pipa putih yang tersalurkan di gelas berisi stroberi giling. Fungsi warna-warni bagi tubuh kita sebagai antioksidan yang berperan dalam pencegahan radikal bebas yang memicu kanker. Selain itu karotenoid yang kamu konsumsi juga bagus untuk kesehatan mata. Bagi tumbuhan, warna-warni tersebut berfungsi sebagai penarik serangga yang dimanfaatkan untuk membantu penyerbukan, pada buahnya tentu saja memudahkan kita untuk panen, yang pasti warna hijau untuk memanen cahaya matahari pada proses fotosintesis. Bagi hewan, warna berfungsi untuk identitas diri, menarik pasangan lawan jenis, sebagai peringatan dan gaya-gayaan mungkin.

Sambil mengucek-ngucek mata dia kembali bertanya “jadi mata saya yang minus harus banyak-banyak makan wortel atau tomat ya.. kak..?”. Jangan salah,mata minus tak ada hubungannya dengan wortel dan tomat. Inilah yang acapkali disalah maknai oleh masyarakat awan, jika anaknya matanya minus harus banyak mengonsumsi jus wortel dan tomat. Mata minus itu hubungannya dengan fungsi fisiologis mata, mungkin karena perlakukan mata yang kurang tepat, seperti membaca terlalu dekat atau sambil tiduran. Ya biar mata tidak minus pakailah kacamata yang tepat untuk mencegahnya, kalau perlu ajari mata untuk perkalian, pembagian, akar kuadrat atau integral, “hahahahaha….” dia tertawa sambil terus berjuang menyedot diujung tepi gelas yang menyisakan jus stroberi yang tak lagi manis karena sudah encer oleh es batu.

“nah itu dia mentormu sudah datang” kata saya sambil menunjuk seorang kakek yang akan mengajak melihat realita biologi lebih dalam yang selama ini hanya dia jelajahi lewat dunia maya. Saya tak menuju kembali kealam sadar saya setelah tadi ngomong kesana-kemari seperti orang kesurupan ilmiah.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. Reblogged this on gadis petualang and commented:
    mantap sekali .. baru dapat ilmu!

  2. Pertanyaan sepele tapi jadinya diskusi panjang ya..

  3. Keren om…. Banyak ilmunya

  4. jadi kesimpulannya apa?

  5. kenapa semua berwarna–untuk memperindah segala yang ditangkap oleh mata-dan untuk disyukuri oleh makhluk hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bangkit Setelah 300.000 Tahun Terkubur

Saya membayangkan tanah Jawa sekitar 300.000 tahun yang lalu. Sebuah hutan hujan tropis yang lebat dengan pepohonan seperti pencakar langit. Di angkasa berterbangan kepak-kepak sayap ...