Industri Plastik dan Seluk Beluknya

DCIM100GOPRO

ya anggap saja latihan naik haji mas” kata Pak In, salah seorang kepala bagian sebuah pabrik plastik. Termometer di depan mata saya tetap tidak beranjak dari garis merah yang menunjuk angka 43C. Peluh keringat membasahi dari ubun-ubun hingg sela-sela sepatu. Beberapa sudut nampak kantong-kantong es teh milik karyawan menjadi pelipur dahaga di tengah-tengah gurun plastik.

Pengalaman luar biasa bisa keluar masuk sebuah industri dan ditunjukan semua unit. Proses dari hilir hingga hulu, berikut gelap terangnya dunia industri yang saya kunjungi. Rantai perputaran produk silih berganti 24 jam dalam satu harinya. Pergantian jam kerja 3 kali dalm 1 hari. pabrik ini seolah tak ada matinya, kecuali energi listrik mengalami gangguan.

1397628050358627752

Bijih plastik polietilena yang siap untuk di campur dan diolah menjadi kantong-kantong plastik (dok.pri).

Berkarung-karung Polietilena dengan berat bersih menumpuk di sudut ruangan. Dengan sigap seorang karyawan mengangkat dan memasukan butiran bijih plastik dengan kode PE dalam tangki pencampur. Dari tangki pencampur kemudian masuk dalam ruang pemanasan untuk dilebur menjadi cairan. Dengan peniup raksasa, plastik tersebut menggembung menjadi balon ukuran raksasa dan memanjang. Dengan penggilas berputar balon raksasa tersebut dikempiskan sesuai dengan ukurannya lalu digulung. Inilah cikal bakal kantong plastik.

Mesin rol demikian mereka menyebut mesin peniup bijih plastik cair ini. Berpindah kemudian masuk dalam mesin las. Mesin ini berkerja untuk memotong kantong plastik kemudia merekatkan salah satu sisinya. Dalam hitungan menit, ratusan kantong plastik dihasilkan oleh mesin ini. Tugas karyawan adalah mengepak lembaran kantong plastik ini dengan ukuran berat, bukan lagi lembaran plastik.

13976281591361197319

Lembaran plastik yang sudah jadi dan siap dikemas (dok.pri).

Kecepatan tangan dan mesin yang beradu cepat dengan waktu yang selalu terus berjalan. Saya melihat aktifitas karyawan di sini sepertinya tak mengenal lelah. “Inilah sebuah tuntutan hidup dimana harus berkeringat dahulu untuk mendapatkan uang, tetapi ada juga yang membuang uang agar bisa berkeringat” celetuk salah satu pengawas pekerja.

Tak hanya sampai di sini saya di ajak berputar-putar dalam gurun plastik ini. Di ruangan sebelah masih ada satu lagi mesin produksi yang tak kalah menarik untuk dilihat. Sepintas mata saya memandang langsung berimajinasi “ini seperti pabrik getuk lindri”, salah satu makakan khas dari ubi kayu. Mesin besar itu menghancurkan plastik-plastik yang sudah tidak terpakai menjadi potongan-potongan kecil.

13976282301117764272

Gudang plastik bekas yang siap untuk didaur ulang (dok.pri).

Gergajian plastik tersebut kemudian di rebus hingga menjadi cair. Tahap selanjutnya biji plastik cair dikeluarkan berbentuk mie dengan ukuran sekitar 5mm, mirip getuk lindri menurut saya. Proses selanjutnya adalah pendinginan dengan mencelupkan dalam air dingin lalu dikeringkan dengan cara ditiup. Proses yang terakhir adalah pemotongan biji plastik menjadi butiran-butiran kecil. Produk inilah yang menjadi bahan utama pembuatan plastik daur ulang.

Di sela-sela jalan-jalan saya, seorang kabag menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun bergelut dengan dunia plastik. “Hampir semua plast ik bisa didaur ulang dan nantinya menjadi beraneka macam produk. Konsumen harus berhati-hati, tidak semua plastik itu aman jika bahannya dari produk daur ulang”. Katanya sambil menunjukan beragam jenis plastik bekas yang siap di daur ulang.

Dia memberikan tips sederhana agar aman dalam penggunaan plastik. Jangan memakai plastik yang berwarna, terlebih warna hitam untuk membungkus makanan terlebih makanan yang panas dan berminyak. Plastik warna hitam adalah plastik yang dibuat dengan menambahkan pewarna hitam/karbon atau plastik yang sudah tidak bisa diolah warnanya sehingga dijadikan plastik warna hitam. Plastik sangat rentan dengan panas, bahan pewarna dan polimernya mudah larut jika terkena panas, terlebih lagi jika ada minyak atau benda cair.

13976282821815998329

Hasil olahan plastik daur ulang yang nanntinya akan menjadi bijih plastik (dok.pri).

Masyarakat acapkali memakai kantong plastik warna hitam sebagai pembungkus makanan dan gorengan yang masih panas salah satunya. Jika ingin aman gunakan plastik yang tebal dan berwarna bening. Plastik tersebut terbuat dari HDPE (polietilena berdensitas tinggi) yang direkomendasikan sebagai pembungkus makanan. Plastik tersebut aman, karena tahan terhadap suhu panas dan belum ada penambahan warna.

Pipa sedotan, sebaiknya juga harus berhati-hati. Hindari penggunaan sedotan yang berwarna-warni atau yang bentuknya jelek, mudah pecah atau warnanya pudar. Jangan gunakan sedotan untuk air yang masih panas, karena akan melarutkan material dan ikut terbawa saat diminum. Paling aman adalah jangan gunakan sedotan, langsung minum langsung saja. Jika terpaksa gunakan sedotan yang berwarna putih bening.

Banyak hal yang ingin saya ketahui, tetapi bel tanda pergantian karyawan sudah meraung-raung. Pukul 23.00 saya meningalkan lokasi pabrik yang bak sahara berplastik di tengah kota. Plastik bak pedang bermata dua, antara kebutuhan dan potensi cemarannya. Katanya “bijaklah dalam menggunakan plastik…”.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. Mas.itu dimana pabrikny… inbox…

  2. Wah lha ini koq malah ada yang ngiklan toh Dhave?
    Anyway, liputannya mantap meskipun singkat.

  3. Kepada Yth,
    Import Dept/Purchasing

    Dengan Hormat,
    Dengan ini perkenankanlah kami menawarkan Jasa Pengurusan Pengeluaran Barang Import diarea Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

    Sebagai bahan pertimbangan, kami cantumkan jasa dengan rincian sebagai berikut :

    Via Udara ( Bandara Soekarno Hatta ) :
    – Dari 1 s/d 100 Kgs Rp. 1.250.000,-
    – Berikutnya / Kg Rp. 1.000,-

    Via Laut ( Pelabuhan Tanjung Priok ) :
    – LCL dari 1 sd 5000 Kgs Rp. 1.500.000,-
    – Berikutnya / 1000 Kgs Rp. 250.000,-

    – 1 Container 20 Feet Rp. 2.000.000,-
    – Per Container berikutnya Rp. 1.000.000,-

    – 1 Container 40 Feet Rp. 2.500.000,-
    – Per Container berikutnya Rp. 1.250.000,-

    Melayani Service Ex Works From,ASIA,EROPA,
    -Pick up kargo dari tempat penjual.
    -Memberikan barang ke angkutan internasional yang tepat ( kapal,pesawat )
    -Mengatur izin ekspor dll di mana diperlukan.
    -Mengatur dokumen transport yang sesuai ( bill of lading,air waybill,nota pengiriman dll )
    -Mengatur asuransi Kelautan yang tepat jika diperlukan .
    -Mengatur izin impor yang sesuai,lisensi dll,
    -Mengatur pengiriman barang kepada pembeli.

    Jika Perusahaan Bapak/Ibu belum mempunyai IZIN IMPORT (API, NIK atau izin lainnya) dapat menggunakan Undername Perusahaan kami sebagai Consignee.

    Fasilitas Undername yang kami sedia:

    – N p w p / A p i-u / S r p / N i k / N p i k / It Elektronik / It Besi / Baja dan S n i

    ( HS CODE )

    Bag v (hs no. 2501 s/d 2716) – Bag vi (hs no.2801 s/d 3826)
    Bag vii(hs no.3901 s/d 4017) – Bag viii (hs no.4101 s/d 4304)
    Bag ix (hs no.4401 s/d 4602) – Bag x (hs no.4701 s/d 4911)
    Bag xi (hs no.5001 s/d 6310) – Bag xii (hs no.6401 s/d 6704)
    Bag xiii(hs no6801 s/d 7020) – Bag xv (hs no.7201 s/d 8311)
    Bag xvi(hs no.8401 s/d 8548) – Bag xvii (hs no.8601 s/d 8908)
    Bag xx (hs no.9401 s/d 9691)

    Adapun Jasa Undername/Consignee yang kami tawarkan adalah sebagai berikut :

    – Via Udara Rp. 1.250.000,- / Shipment
    – Via Laut (LCL) Rp. 1.500.000,- / Shipment

    – 1 Container 20 Feet Rp. 1.750.000,-
    – Per Container berikutnya Rp. 1.000.000,-

    – 1 Container 40 Feet Rp. 2.000.000,-
    – Per Container berikutnya Rp. 1.000.000,-

    Catatan :
    – Jasa yang kami ajukan sudah termasuk biaya Transfer EDI (PIB) dan Pemeriksaan Jalur Merah.
    – Bila barang tidak sesuai dengan pemberitahuan/ Packing list diluar tanggung jawab kami.

    Adapun daerah operasional Kami sebagai berikut:
    – Bandara Internasional Soekarno-Hatta
    – Pelabuhan Tanjung Priok ( Jakarta )
    – Pelabuhan Tanjung Perak ( Surabaya )
    – Pelabuhan Tanjung Emas ( Semarang )
    – Pelabuhan Belawan ( Medan )

    Demikian penawaran ini kami sampaikan, Besar harapan kami semoga penawaran ini dapat terwujud dalam bentuk kerjasama, sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

    Salam dan Hormat kami,

    Rizaldy
    Hp:0812 9627 3089
    E-Mail:[email protected]
    E-Mail:[email protected]

    PT.ADONA Logistic
    Int’l Sea Air Freight Forwarder & Domestics,Ex-Work Service,Customs Clearance,
    Undername,Project Cargo,Heavy Equipment & Project Transportation
    Head Office:
    Jl.Pemuda No.291 H. Rawamangun Jakarta Timur 13220
    Telp:021-2968 8750,2968 8751
    Fax:021-2968 8748

  4. Kalo mau oplas iso ga tambal sulam di sini

  5. Liputan yang menarik mas Dhave. Saya baru tau kalau suhu di dalam pabrik plastik itu panas banget. Plastik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Sama seperti listrik. Eh iya, sempat merekam videonya juga tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Goblog Bersama Festival Lima Gunung ke-16

  Sebuah gapura bertuliskan Pakis Kidul beberapa kali kami lewati hanya untuk mencari arah dusun Gejayan. Beberapa orang yang saya tanya juga tidak memberikan petunjuk ...