Rona Bahagia Lewat Selembar Gambar

IMG_0320

Saya kirimkan selembar gambar agar senyummu lebih dari itu

Suatu saat saya bertanya pada rekan saya. “Sudah berapa banyak foto yang di hasilkan..?“. Dengan spontan dia menjawab “40GB“. Bisa dibayangkan berapa lembar foto yang dihasilkan, bisa ratusan bahkan ribuan. Pertanyaan sederhana muncul, mau dibuat apa foto-foto tersebut..? Sebuah pertanyaan yang kadang membuat gusar saat melihat file-file foto dilayar monitor komputer.

Dalam benak saya kadang terbesit, “mengapa hanya saya yang bisa menikmati foto tersebut. Jika saya unggah di sosial media, mungkin hanya teman-teman saya yang menikmati. Jika saya tayangkan di blog pribadi akan lebih banyak orang yang menikmati. Jika pun laku di majalah, hanya yang membaca saja yang menikmati. Kegusaran semakin mengerucut, bagaimana jika foto tersebut juga dinikmati subyeknya atau mereka yang masuk dalam kerangka imaji.

Suatu saat saya berkunjung di Nusa Tenggara Timur. Sebuah daerah pelosok yang bernama dusun 3. Membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan untuk ukuran yang terbiasa naik turun gunung. Di sebuah rumah bulat saya disambut tuan rumah, yang dulu saya kunjungi 3 tahun yang lalu. Senyum ramahnya menyambut saya, tetapi dia mengambil sesuatu dari dinding. “ini foto yang mas kirim beberapa waktu setelah mas pulang dari sini”, katanya sambil menunjukan selembar kertas foto.

Saya teringat, memang saat pulang menjajikan mereka untuk mengirimkan foto-foto hasil jepretan saya. Saya percayakan pengiriman ini pada pak Pos. Saya hanya pasrah, mau sampai atau tidak yang penting saya kirimkan. Saya tidak berharap banyak foto saya sampai ditangan penerimanya. Ternyata foto-foto yang saya kirimkan sampai dipenerimanya dan utuh. Bisa dibayangkan betapa susah payahnya pak Pos menyampaikan paket foto dan betapa gembiranya mereka menerima lembaran-lembaran wajah mereka.

Saya merasa hutang saya lunas, padahal tak sebanding dengan apa yang saya hasilkan. Potret-potret wajah mereka menghiasi beberapa majalah, blog, dan sosial media. Secara tidak langsung saya mendapat keuntungan finansial dan non finansial, lantas wajah-wajah dalam foto itu mendapat apa. Sentilan itulah yang kadang membuat saya berulang kali berpikir untuk memotret wajah manusia.

3a

DCIM131GOPRO

Foto-foto siap dikirim

DCIM131GOPRO

Sisipkan pesan agar lebih berkesan.

Naif jika saya kadang menuliskan hal ini, sebab tidak semua yang memotret memiliki pemikiran seperti saya. Saya bukan hendak bercerita tentang memberi dengan tangan kanan, tetapi tangan kiri mengetahui. Cerita ini hanyalah sebuah kegelisahan diri saja, bagaimana bisa membahagiakan orang lain lewat selembar gambar usai kita dibahagiakan mereka lewat tombol rana.

Kadang sudah menjadi kebiasaan mencatat alamat subyek yang saya foto dan mengirimkan hasil jepretan kepada pemilik wajah tersebut. Saya kira kebahagiaan mereka melebihi kebahagiaan saya saat dinominasikan menang dalam lomba foto, atau diterima dan terbit dalam majalah terlebih saat melihat rupiah masuk dalam rekening. Saya ingin melihat wajah-wajah ceria dalam foto seperti saat mereka menirama kiriman lembaran foto-foto ini.

Datsun Risers Expedition yang mengundang saya untuk ikut bergabung mengajarkan bagaimana berbagi. Untuk sekelas perusahaan ada yang namanya CSR, tanggungjawab perusahaan terhadap masyarakat. Bagi pelancong seperti saya dan rekan-rekan sepertinya cocok disebut dengan TSR (Traveller Social Responbility). Mungkin ini cara saya mengungkapkan rasa syukur sudah diajak Datsun keliling Kalimantan.

DCIM131GOPRO

Selamat mengejar cita-citamu menjadi Polisi.

Rahmadi yang ingin menjadi Polisi lewat selembar kartonnya coba saya abadikan lewat selembar kertas foto. Dia pasti akan mengingat-ingat kejadian waktu itu berpose bersama 2 Polisi, dan beberapa waktu kemudian mungkin akan mulai pudar dalam ingatan. Saya coba kirimkan foto-foto hasil jepretan saya kepada Rahmadi-rahmadi yang lain agar dia tak hanya sebatas mengingat kenangan pada saat itu, tetapi bisa menjadi tonggak dalam mengejar cita-citanya. Adik-adik di Loksado, saya tidak membayangkan saat kalian membuka lembaran foto dalam kertas A3, silahkan intepretasikan sendiri bagaimana raut wajah mereka.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

No comments

  1. nitip cetak foto mas dev… hehe..
    kalau dicetak yang tadi 40GB, butuh berapa pigura jal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berkah dari Limbah Kepala Manyung

3 tahun bekerja di sebuah perusahaan ikan, membuat saya semakin memahami seluk beluk tantang bisnis ikan. Acapkali, ikan yang beredar di pasaran adalah ikan kelas ...