Prof,. Akira Miyawaki, bapak pohon dunia (beritasatu.com)

Mengenal Bapak Pohon Dunia, Akira Miyawaki

 

Prof,. Akira Miyawaki, bapak pohon dunia (beritasatu.com)

Prof,. Akira Miyawaki, bapak pohon dunia (beritasatu.com)

Dengan anggun, Nurmazela Aulia membawa wadah yang berisi sirih, pinang, gambir, dan kapur lalu diserahkan kepada para tetamu yang hadir. Sebuah ritual penyambutan khas nusantara kepada para tamu sebagai simbol penghormatan. Sebelumnya, 5 gadis belia menarikan Tari Persembahan Melayu dengan musik yang rampak khas melayu berikut dengan lantunan lagunya. Tarian yang anggun dengan penari yang bersolek cantik menghibur tamu-tamu kehormatan di tengah belantara hutan Giam Siak Kecil, Riau.

Tari persembahan melayu

Tari persembahan melayu

Acara yang tidak lazim saat suara gending melayu dengan lenggak-lenggok anggun sang penari di tengah hutan belantara. Tarian ini menjadi awal sebuah kegiatan mengembalikan hutan sebagai mana fungsi dan perannya. Giam Siak Kecil adalah sebuah cagar alam di Kabupaten Siak yang harus dikonservasi. Berawal tahun 2004 saat Prof. Akira Miyawaki memprakarsai restorasi hutan Giam Siak Kecil. Patut disayangkan, seorang profesor yang sudah menanam 40 juta pohon di 40 negera dan 17 ribu tempat tidak bisa melihat karyanya 2 tahun yang lalu. Tokoh pecinta lingkungan yang disebut sebagai bapak pohon dunia sangat sadar akan perubahhan iklim sehingga benar-benar getol dalam menghijaukan bumi. Hari ini profesor-profesor dari Universitas Yokohama-Jepang kembali meneruskan karya Miyawaki untuk menghijaukan Giam Siak Kecil.

Miyawaki, pria kelahiran 29 Januari 1928 di Okayama dan menjadi alumni dari Hiroshima University adalah seorang botanis dan pakar ekologi tumbuhan yang sangat terkenal di Jepang. Tahun 1993 mendapat gelar profesor emiritus dari Yokohama National University. Sejak tahun 1970, dia menjadi advokat dari hutan alami dan restorasi fungsi hutan yang sudah rusak. Pada tahun 1978 dia berkontribusi dalam survey vegetasi hutan di Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Dalam perjalanan menuju arboretum Giam Siak Kecil, saya berbincang dengan Emmy Kuswandari selaku Comunication Affairs APP-Sinar Mas. Banyak hal yang kita bicarakan dan salah satunya adalah Miyaki. “Miyaki itu kalau dalam perjalanan di kendaraan biasanya hanya diam dan tertidur, mungkin sudah sepuh. Saat kendaraan berhanti dan mulai masuk hutan, dia hidup, segar kembali dan blusukkan kesana-kemari sembari menjelaskan bergama jenis tumbuhan”. Kesan yang dia dapatkan saat menemani kakek berusia 86 tahun saat mengunjungi Giam Siak Kecil pada 8 Agustus 2014.

Sosok inspiratif yang sebenarnya ingin sekali saya kulik, namun sayang sekali pada kesempatan ini dia tidak bisa hadir karena sedang masa pemulihan kesehatan. Terbesit dalam pikiran, mengapa mereka yang jauh-jauh dari negeri seberang begitu peduli dengan negeri ini? Sebuah tanda tanya mengapa mereka rela jauh-jauh datang hanya untuk menanam pohon. Dalam benak saya, mereka tidak hidup di dalam negaranya, tapi hidup dalam dunia yang menjadi tanggung jawabnya untuk dijaga. Sejengkal kerusakan di bumi tanpa peduli di negara mana, mana negara lain bisa menanggung akibatnya. Perubahan iklim yang tidak mengenal batas administrasi negara, membuat negara-negara maju begitu masif untuk menekan perubahan iklim tersebut.

Meranti pirang untuk restorasi hutan (dok.pri).

Meranti pirang untuk restorasi hutan (dok.pri).

Di arboretum Giam Siak Kecil secara serempak ditanam bibit Meranti Pirang (Shorea leprosula) untuk restorasi hutan. Diharapkan dengan adanya restorasi hutan bisa mengembalikan fungsi alami hutan dan mampu mengendalikan iklim lokal dan global. Memang tidak bisa jika hanya Miyawaki sendirian yang menanam pohon, tetapi semua pihak juga harus bertanggung jawab pada bumi ini.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berkah dari Limbah Kepala Manyung

3 tahun bekerja di sebuah perusahaan ikan, membuat saya semakin memahami seluk beluk tantang bisnis ikan. Acapkali, ikan yang beredar di pasaran adalah ikan kelas ...