no mushroom no fy

Narkoba di Belakang Rumah Kita

no mushroom no fy

no mushroom no fly

Senja di sunset point Gili Trawangan sangat berkesan manakala langit barat begitu temaram saat sang surya sudah benar-benar menghilang. Hiruk pikuk para pelancong yang menikmati matahari terbenam pelan-pelan mulai memudar seiring langit yang mulai gelap. Lampu-lampu mulai menyala, dan dentuman house music mulai mengisi jalanan di Gili Trawangan. Kehidupan malam sebentar lagi dimulai, sebab siang hari para pelancong rerata pergi melihat keindahan dasar laut.

Senja di gili trawangan

Senja di gili trawangan

Saya seperti terasing di negeri sendiri, sebab malam ini yang hingar bingar rerata adalah orang asing. Tak hanya terasing, tetapi juga kesepian ditengah keramaian karena menyaksikan sebuah budaya yang tak biasa ada didepan mata. Bar-bar sudah mulai dibuka, restoran sudah mulai menawarkan makanan khasnya, hingga kafe-kafe dengan aneka menu makanan beserta hiburan malamnya. Sebuah kedai kecil mengeryitkan dahi saya dan sangat menarik tulisannya “no women no cry, no mushroom no fly“. Kedai ini menjajakan cendawan yang ditempat saya dinamakan jamur letong (Psilocybe cubensis).

Suatu hari adik saya memakan telur dadar yang dibuat teman-temannya. Tanpa disadari ternyata di dalam telur dadar tersebut sudah dicampur dengan cendawan letong. Alhasil selama 2 hari dia seperti orang aneh, tetapi tetap sadar. Dia seolah menjadi orang yang perfecsionis dan tingkah lakunya diluar kewajarannya. Tertawa lepas, bahkan kelewat batas walau hanya hal kecil yang kadang tidak lucu. Efek cendawan yang tumbuh di kotoran herbivora ini memang membuat orang menjadi gila dalam hitungan jam atau hari.

psilocybe_cubensis.jpg.41a687348d7cc2524d431cf4c8ac9250

Saya teringat saat saya masih kecil dengan teman saya yang bernama dayat. Dayat memiliki hobi berenang, suatu saat dia dikerjai suruh meminun kopi yang di dalamnya ada gerusan biji kecubung (Datura metel). Tetiba dia  melepas pakaiannya dan hanya mengenakan celana dalam. Lapangan voli di samping rumahnya dianggap sebagai kolam renang dan berenang dia di sana. Akhirnya renangnya berpindah di Puskesmas, karena efek dari Datura metel.

Di beberapa tempat seperti di Bali atau Lombok-Gili Trawangan, kecubung dan cendawan letong bukan hal yang asing lagi.  Menurut INCB (International Narcotics Control Board), cendawa letong dan kecubung termasuk bahan psikotropika. Sedangkan di Indonesia Magic Mushroom digolongkan ke dalam zat adiktif sama halnya dengan alkohol, rokok, dan obat-obatan yang menyebabkan kecanduan.

Kecubung.

Kecubung.

Cendawa letong mengandung zat  alkaloid jenis Halusinogen, sedangkan kecubung mengandung hiosiamin(atropin) dan skopolamin. Zat-zat ini memiliki prinsip kerja yang mirip jika masuk ke dalam tubuh yakni menyebabkan halusinasi yakni perubahan pola perilaku terhadap penggunannya dan penyimpangan persepsi. Cara kerja zat ini sebagai agen yang memblok jalannya impuls – impuls yang melalui saraf parasimpatis maupun memblok saraf parasimpatis.

BNN yang sekarang sedang gencar-gencarnya menguber Narkoba, kadang bisa luput terhadap cendawan dan bunga terompet ini. Meskipun sudah dimasukan dalam golongan bahan adiktif tetapi belum mendengar pemberitaan ada penangkapan para pemakai yang mabuk kecubung atau jamur letong. 2 benda yang tidak sulit didapat, murah meriah tetapi memiliki memiliki efek yang tidak jauh berbeda dengan Narkoba, entah jika suatu saat nanti.

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

2 comments

  1. kecubung, kalau racikannya overdosis, bisa gila, mondar mandir telanjang
    true story, ada di saudaraku..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Goblog Bersama Festival Lima Gunung ke-16

  Sebuah gapura bertuliskan Pakis Kidul beberapa kali kami lewati hanya untuk mencari arah dusun Gejayan. Beberapa orang yang saya tanya juga tidak memberikan petunjuk ...