Adegan Rangga dan Cinta di sate klatak dalam film aadc2.

Ada Apa Dengan Sate Klatak..?

Sate klatak pak Bari

Sate klatak pak Bari

Di sela-sela lincak (bale-bale buat berdagang) saya mencoba menikmati sate kambing yang berisi 6 potong daging dengan sujen (tusuk sate) dari jeruji roda sepeda. Gegara Cinta dan Rangga yang diperankan Nicholas Saputra dan Dian Sastro dalam film Ada Apa Dengan Cinta membawa saya ketempat kudapan ini seperti mereka dua sejoli dalam adegan film tersebut. Entah apa yang dipikirkan Rangga mungkin seperti yang dipikirkan saya, dia kawatir dengan Cinta dan sara kawatir dengan rasa, tetapi pak Bari memberikan solusinya untuk setusuk sate klataknya.

Pertanyaan sederhana, apa enaknya sate? Mungkin sangat susah menjelaskan definisi enak. Enak ada sebuah relativitas yang disesuaikan dengan selera lidah dan persepsi masing-masing orang. Tidak ada rumus pasti tentang yang namanya enak, tetapi ada faktor pemicunya seperti; badan sehat, perut lapar, nafsu makan, tidak ada pilihan dan dibayari, ini baru namanya enak.

Adegan Rangga dan Cinta di sate klatak dalam film aadc2.

Adegan Rangga dan Cinta di sate klatak dalam film aadc2.

Malam itu saya mencoba mengikuti jejak Rangga dan Cinta menikmati satek klatak pak bari di Pasar Jejeran Wonokromo, Imogiri-Bantul DIY. Baru memasuki pelataran parkir di jalan depan pasar, berjajar bus-bus pariwisata dan mobil pribadi yang penumpangnya sudah memenuhi selasar-selasar pasar. Konon semenjak AADC tayang, banyak pelancong yang penasaran dan ingin merasakan apa yang dirasakan 2 pelakon dalam film tersebut. Lantas enakkah satenya, “gak ada bumbunya, cuma asin dan gurih” kata teman saya.

Sate klatak dan tongseng.

Sate klatak dan tongseng.

Asin dan gurih, memang demikian rasa sate klatak pak Bari. Bumbu yang minimalis, bayangkan saja jika tida ada 2 rasa tersebut. Rasa asin dari taburan garam, sedangkan gurih dari lemak. Dalam ilmu biokimia, fungsi lemak dalam makanan yaitu dapat memberikan rasa gurih. Bagaiamana jika suatu makanan tidak ada lemak/minyak bakal dijamin hambar. Tanpa bumbu sate klatak sudah memiliki rasa yakni gurih, apalagi ditambah garam agar tak seperti taman tak berbunga atau malam tanpa bintang alias hambar.

Hidrokarbon yang membuat gurih sekaligus penyebab kanker.

Hidrokarbon yang membuat gurih sekaligus penyebab kanker.

Sembari saya menikmati potongan daging dalam suji ruji sepeda, saya kembali teringat pelajaran biokimia lagi. Ingatan yang tetiba membuat nafsu makan ini hilang, dan nyaris tidak bisa menelan. Ada sebuah kutipan artikel ilmiah kedokteran “Memanggang daging pada suhu tinggi dapat menyebabkan munculnya bahan kimia berbahaya seperti heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) sebagai pemicu kanker”. HCA dan PAH adalah radikal bebas yang bisa saja setiap saat menyerang sel-sel sehat dan memutasinya sehingga menjadi sel yang ganas.

Klatak..klatak.. suara sate yang dipanggang, konon menjadi nama sate ini.

Klatak..klatak.. suara sate yang dipanggang, konon menjadi nama sate ini.

Saya hanya ingin memastikan bagaimana sate klatak ini dipanggang. Saya pun mendekat pada tungku perapian yang di atas baranya penuh dengan jejeran suji dengan potongan daging. Aroma asap yang muncul benar-benar menggiurkan, mungkin bisa-bisa meneteskan air liur. Inilah yang membuat sate itu sedap, ada jaringan lemak yang mencair karena panas, lalu terbakar dan menimbulkan asap. Asap hasil pembakaran inilah yang memberikan sensai gurih yang bernama Hidrokarbon Aromatik Polisiklik.
Saya seperti Rangga yang gagap menunggu jawaban dari Cinta, berkaitan dengan sate yang mengandung PAH. Gamang rasanya ingin melanjutkan makan sate ini jika melihat potensi penyakit yang ditimbulkan, tidak main-main ini kanker. “Mas ini teh tawarnya, maaf agak lama” kata salah seorang pagawai dari pak Bari. Sesaat suasana ini menggambarkan saat Cinta bertandang ke Amerika mengunjungi Rangga untuk menuntaskan kisah cinta mereka. Sate mengandung kanker seperti perseteruan Rangga dan Cinta, tetapi didamaikan oleh segelah teh tawar yang merupakan antioksidan yang bisa menetralkan radikal bebas dari PAH.

Pasar yang di sulap menjadi wisata kuliner menjelang malam hari.

Pasar yang di sulap menjadi wisata kuliner menjelang malam hari.

Tidak hanya sate klatak, tetapi semua proses yang memanaskan makanan berminyak menimbulkan hidrokarbon aromatik polisiklik yang sifatnya karsinogenik. Tetapi dibalik sifat jahatnya PAH ini ada sisi baiknya, yakni memberikan rasa gurih, lebih bijak lagi jika diimbangi dengan mengonsumsi senyawa antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Bebuahan, sayuran, teh dan lain sebagainya adalah antioksidan yang mampu mendamaikan radikal bebas sehingga kita tetap aman. Akhirnya 2 tusuk sate klatak buatan pak Bari, sepiring nasi, semangkuk tongseng, segelas teh tawar, dan jeruk manis, membuat kanker (kantong kering), bayari dulu ya…

Anda tahu dimana Rangga dan Cinta duduk..?

Anda tahu dimana Rangga dan Cinta duduk..?

Adegan Rangga dan Cinta di sate klatak dalam film aadc2.

Adegan Rangga dan Cinta di sate klatak dalam film aadc2.

 

About dhaverst

Dhanang DhaVe I'm a Biologist who is trapped in photography world, adventure, and journalism but I enjoy it..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Berkah dari Limbah Kepala Manyung

3 tahun bekerja di sebuah perusahaan ikan, membuat saya semakin memahami seluk beluk tantang bisnis ikan. Acapkali, ikan yang beredar di pasaran adalah ikan kelas ...